MANOKWARI,KLIKPAPUA.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Barat menggelar kegiatan Halal Bihalal di Kantor Gubernur Papua Barat, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai DKP Papua Barat sebagai momentum mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala DKP Papua Barat, Prof. Dr. Origenes Ijie, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan Halal Bihalal tidak sekadar menjadi tradisi, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja.
“Momentum Halal Bihalal ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema kegiatan yang diusung, yakniMenata Hati, Menyatukan Langkah: Dari Silaturahmi Lahir Sinergi Menuju Kelautan dan Perikanan yang Maju serta Berkelanjutan, dinilai relevan dalam membangun institusi yang solid dan berdaya saing.
Menurutnya, keberhasilan suatu institusi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh nilai keikhlasan, kejujuran, dan keharmonisan antarpegawai.
“Dengan hati yang bersih dan langkah yang bersatu, saya yakin DKP Papua Barat mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Prof Origenes juga mengingatkan bahwa Papua Barat memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, sehingga perlu dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, ia mendorong seluruh jajaran DKP Papua Barat meningkatkan kinerja, inovasi, dan dedikasi, serta memperkuat kolaborasi melalui program yang berpihak kepada nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha perikanan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas kinerja dan pengabdian dalam menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan sektor kelautan dan perikanan.
“Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan komitmen yang tinggi, saya percaya seluruh tantangan dapat kita atasi bersama,” ucapnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Burhanuddin Ibnu mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebagai inti dari Halal Bihalal setelah menjalani ibadah puasa.
Ia menyampaikan bahwa menjaga silaturahmi merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, meskipun terdapat perbedaan latar belakang.
“Perbedaan itu bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disatukan. Kita semua sama sebagai hamba Allah,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar tidak menilai seseorang dari penampilan luar, melainkan dari sikap, akhlak, dan kontribusinya.
Ustaz Burhanuddin berharap momentum Halal Bihalal dapat memperkuat sinergi antarpegawai serta meningkatkan semangat kerja dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Papua Barat. (dra)





















