Gubernur: Rumah Adat Tongkonan Diharapkan Menjadi Wadah Perekat Persatuan dan Persaudaraan Warga Toraja

0
156
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Sebagaimana rumah adat suku-suku lainnya di Indonesia, rumah adat Toraja atau yang dikenal dengan sebutan “Tongkonan” juga memiliki bentuk atau ciri khas dan nilai-nilai adat budayanya tersendiri.
Kata Tongkonan sendiri memiliki makna tempat duduk atau tempat bermusyawarah untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan peran dan fungsinya dalam wilayah adat, selain berfungsi sebagai tempat bermusyawarah Tongkonan juga mempunyai fungsi lain, seperti sebagai penyelenggaraan pemerintahan adat tempat penyelenggara upacara adat perkawinan, pemakaman dan semua aktivitas upacara ritual adat (aluk to dolo).
Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat membacakan sambutannya saat peletakan batu pertama /Ma’Pabenda Tongkonan di Soribo, Sabtu (29/5/2021). Kata Gubernur, nilai adat budaya atau ritual sangat penting bagi suku Toraja dan harus terus dilestarikan kepada generasi penerusnya, meskipun berada di perantauan dan kuatnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini tidak membuat masyarakat Toraja Manokwari lupa terhadap adat istiadatnya.
Lanjut Gubernur mengatakan, pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi saat ini, memiliki dampak besar terhadap berkurangnya minat generasi muda terhadap pelestarian nilai-nilai budaya daerahnya.
Dimana perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi yang sangat pesat saat ini juga berdampak terhadap kerawanan terjadinya konflik sosial bernuansa Sara di berbagai daerah, karena itu peran dari ikatan kerukunan suku-suku di perantauan sangat penting dalam rangka melakukan pembinaan kepada warganya di perantauan.
Salah satu peran penting tersebut dijalankan oleh Ikatan Keluarga Toraja Provinsi Papua Barat dan Ikatan Keluarga Toraja Manokwari, dengan membangun rumah adat atau Tongkonan. “Tongkonan ini hendaknya tidak hanya sekedar sebagai simbol eksistensi suku Toraja di Manokwari, tetapi dapat menjadi wadah perekat persatuan dan persaudaraan seluruh warga Toraja dalam satu ikatan persekutuan dan persaudaraan,” katanya.
“Serta dapat membangun hubungan yang baik dengan sesama suku lainnya, bila peran ini dapat dijalankan dengan baik, itu berarti IKT Manokwari, dan Papua Barat telah ikut berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif bagi terselenggaranya pemerintahan di daerah ini,” sambung Gubernur.
Ia juga berharap Tongkonan dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi pelestarian nilai budaya dan peningkatan kompetensi generasi muda dengan berbagai life skill. “Pemerintah Provinsi Papua Barat pada prinsipnya sangat mendukung dan menyambut baik tekad dan semangat yang tinggi dari seluruh warga Toraja di Manokwari untuk membangun sebuah Tongkonan yang sudah dirindukan sejak lama,” tandasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.