Gubernur Mandacan Lepas Perdana Rumput Laut Produksi Petani Asal Teluk Wondama ke Surabaya

0
105
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melepas perdana produksi rumput laut seberat 20 ton, dengan tujuan Surabaya. (Foto: Ist)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melepas perdana produksi rumput laut sebanyak 20 ton dengan tujuan Tanjung Perak-Surabaya, Selasa (27/10/2020).
Produk Rumput Laut Jenis Sakol (eucheuma cottonii) ini merupakan hasil produksi budidaya Petani Orang Asli Papua (OAP) asal Kampung Yende, Kampung Mena dan Kampung Niap (Distrik Roon), Kampung Yembekiri, Kampung Nusorowi dan Kampung Isenebuai (Distrik Rumbepoon) dan Kampung Yomber, Distrik Yoswar, Kabupaten Teluk Wondama. Harga rumput laut ditingkat petani sebesar Rp. 6.000/kg dan harga jual di Surabaya sebesar Rp. 18.000,-/kg.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyatakan hari ini, dengan bangga kembali melakukan pelepasa /pengapalan perdana produk rumput laut yang merupakan komoditas unggulan daerah. Meskipun situasi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19.
Hal ini menurutnya, sebuah contoh kerjasama yang baik, bagaimana peran pemerintah, baik Pemerintah  Pusat (Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal), Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten  Teluk Wondama), Mitra Pembangunan (Unit Perubahan Iklim dari Pemerintah Kerajaan  Inggris (UKCCU) – sebagai donor), program Pertumbuhan Ekonomi Hijau (sebagai mitra  pendamping dan implementator).UD. Nadifah sebagai pembeli dan petani Orang Asli Papua yang mendapat pendampingan. “Tentunya dibutuhkan kepemimpinan untuk mengkoordinir  semua proses untuk bisa berjalan sesuai rencana dan ini yang dimainkan oleh Badan Penelitian  dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat sebagai koordinator mitra pembangunan,” kata Gubernur.
Pengembangan rumput laut sebagai salah satu komoditas lokal unggulan non deforestasi di  Papua Barat adalah program prioritas dan kebijakan utama Pemerintah Provinsi Papua  Barat dalam rangka pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Rencana pengembangan  komoditas ini telah menjadi perhatian dan telah disusun dalam grand disain Investasi Hijau  Papua Barat dan peta jalan pengembangan komoditas unggulan non deforestasi. “Dan untuk  lebih mengefektifkan upaya-upaya ini, saya telah memerintahkan untuk dibentuk satuan tugas  komoditi unggulan (termasuk untuk komoditi rumput laut) yang beranggotakan para pihak dari  sektor hulu sampai hilir, termasuk salah satu anggotanya adalah pihak mitra pembangunan program pengembangan ekonomi hijau,” jelasnya.
Berkenaan dengan itu, Gubernur sampaikan beberapa hal,  pertama, untuk lebih meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produk rumput laut  perlu segera disusun rencana induk pengembangan dan rencana usaha (bisnis plan), sehingga lebih terarah, efisien dan efektif pengembangan komoditas ini. Kedua, kepada OPD teknis terkait di Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten  Teluk wondama untuk mengambil peran lebih besar dalam pembinaan petani rumput laut  Orang Asli Papua, sehingga akan lebih cepat peningkatan produksi, pendapatan dan  kesejahteraan.
Ketiga, kepada pihak perbankan mohon bantuannya untuk dapat memberikan asistensi  dalam rangka peningkatan kapasitas petani dan permodalan dalam usaha budidaya rumput laut. Keempat, perlu dukungan semua pihak untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi  pertumbuhan industri dan ekonomi kreatif dan inovatif, terutama di kalangan petani dan  nelayan yang membudidayakan rumput laut. Juga bagaimana memperbaiki rantai pasok  sehingga lebih murah biaya pengiriman / distribusinya dan akan meningkatkan harga produk di tingkat petani.(rls/aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.