Gubernur Dominggus Luncurkan Majalah Kasuari Inovasi Kelitbangan

0
378
Peluncuran Majalah Kasuari Inovasi Kegiatan Balitbangan, Selasa (21/7/2020) di Manokwari. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Peluncuran majalah Kasuari Inovasi Jurnal Pembangunan, Berkelanjutan dan Igya Set Hanjob dan Inovasi Daerah lainnya di Provinsi Papua Barat dihadir oleh Gubernur Papua Barat.
Gubernur Papua Barat  Dominggus Mandacan memberikan apresiasi dan berterima kasih atas kesediaan mereka yang telah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri acara yang bersejarah ini.“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke Surabaya terkait penanganan pandemi Covid-19 pada 25 Juni 2020 yang lalu, Presiden mengatakan bahwa membuat kebijakan daerah harus merujuk pada data sains dan saran ilmuwan. Namun ini tidak hanya terkait dengan masalah Covid-19 (dampak kesehatan dampak ekonomi dan dampak sosial), tapi juga untuk pelaksanaan keseluruhan aktivitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, kita harus menggunakan data hasil dan rekomendasi kegiatan penelitian dan pengembangan (atau disebut kelitbangan) dan inovasi untuk semua proses pembangunan baik perencanaan,  penganggaran, pelaksanaan pengawasan, dan evaluasi agar lebih efisien efektif dan tepat sasaran, ” ujar Gubernur di Mansinam Beach, Selasa (21/7/2020) malam.
Menurut Gubernur diseminasi dan publikasi ilmiah adalah tahapan terpenting dalam sebuah rangkaian kegiatan Kelitbangan dan inovasi terutama di daerah.  Hal ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk mencapaikan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta produk inovasi dan juga pembangunan daerah secara luas ke publik, sekaligus merupakan bentuk pertanggung jawaban atas penggunaan anggaran publik.
“Banyak anggaran yang telah digunakan dan juga banyak hasil kerja yang dihasilkan, namun bila tidak dilakukan diseminasi dan publikasi,  orang tidak akan tahu apa yang kita perbuat. Jurnal pembangunan berkelanjutan Igya Ser hanjop merupakan jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan untuk penelitian, lembaga penelitian instansi, pemerintah, dan pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Jurnal Igya Ser Hanjob, majalah Kasuari inovasi merupakan majalah semi populer yang mendeskripsikan aktivitas kelitbangan dan inovasi daerah serta aktivitas pembangunan di Provinsi Papua Barat.
Penerbitan dua media ini patut diapresiasi karena ini merupakan sarana atau media untuk mempublikasikan hasil-hasil kelitbangan dan inovasi daerah serta capaian-capaian pembangunan yang berlangsung di Provinsi Papua Barat. “Yang mana kita juga sudah menyaksikan beberapa produk inovasi yang juga diluncurkan dan diinisiasi oleh mitra kita Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua Barat, Yayasan Bentara Papua, Papua muda inspiratif, noken-go dan  Bank Indonesia perwakilan Papua Barat.”
“Inovasi-inovasi dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat perlu kita kembangkan terutama memperbaiki rantai distribusi pangan dan memanfaatkan landasan  (platform) digital yang sekaligus merupakan adaptasi penggunaan protokol kesehatan dalam memerangi penyebaran covid-19,” ucap Dominggus.
Lebih lanjut Gubernur menyampaikan yang menjadi arahan bagi semua bahwa kebijakan pembangunan di Papua Barat harus berdasarkan data dan informasi ilmiah yang berasal dari kegiatan kelitbangan dan inovasi daerah dalam rangka peningkatan daya saing daerah.
Sehingga hasilnya perlu dikemas dan disebarluaskan dengan berbagai strategi bentuk dan media publikasi sehingga hasil-hasilnya tidak hanya dinikmati oleh para saintis saja,  tetapi harus dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, baik pemerintah,  dunia usaha,  dan masyarakat,” katanya.
Perlindungan dan pemanfaatan atas hak kekayaan intelektual (HAKI)  yang merupakan hasil kelitbangan dan inovasi daerah di Papua Barat perlu ditingkatkan,  dan perlu dukungan semua pihak, untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan industri dan ekonomi kreatif dan inovatif, terutama di kalangan generasi muda khususnya penciptaan wiraswasta muda Papua di Papua Barat sehingga mereka tidak mati suri atau layu sebelum berkembang. (aa)
Editor: BUSTAM
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.