MANOKWARI,KLIKPAPUA.com—Sebagai bentuk kerja sama pembinaan kerohanian, Lapas Perempuan Kelas III Manokwari bersama Kementerian Agama Kabupaten Manokwari melaksanakan pembinaan spiritual/rohani bagi warga binaan Kristen yang dibawakan oleh Penyuluh Agama Kristen Kabupaten Manokwari, Recky Rembangan, S.Th., dengan tema penguatan “Harapan Di Tengah Pembuangan”.
Materi yang disampaikan mengacu pada ayat alkitab Yeremia 29:11 tentang rancangan damai sejahtera dan masa depan penuh harapan. Dalam pemaparannya ditegaskan bahwa situasi sulit bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembentukan dan pemulihan hidup. Warga binaan diajak melihat masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri dan membangun komitmen perubahan.
“Melalui firman Tuhan, kita diingatkan bahwa setiap orang tetap memiliki harapan dan masa depan yang baik ketika mau percaya, berdoa, dan membuka hati untuk berubah,” ungkapnya.
Kepala Lapas Perempuan kelas III Manokwari, Lince Bela, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam proses pemulihan warga binaan serta menumbuhkan harapan selama menjalani masa pembinaan. “Kami ingin warga binaan menyadari bahwa masa lalu tidak menutup masa depan. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik,” tegasnya.
Salah satu warga binaan berinisial D mengungkapkan bahwa materi yang diterima memberikan ketenangan dan kekuatan batin. “Saya belajar bahwa walaupun berada di sini, Tuhan masih punya rencana baik untuk hidup saya. Itu yang membuat saya lebih kuat dan tidak putus asa,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusias sebagai bagian dari komitmen pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan.(rls)





















