Donny: Bumdes SP 4 Jika Penuhi Aspek, Akan Jadi Binaan BI

0
197
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat,Donny H Heatubun (tengah). (Foto: Bustam/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM–  Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat, Donny H Heatubun menyampaikan telah melihat secara langsung Bumdes Pabrik Tapioka yang berada Kampung Udapi Hilir,SP 4,Distrik Prafi.
“Saat itu kita melakukan kunjungan  ke sana, saya bersama unit perkembangan perekonomian melihatnya, itu masih tahapan awal. Tapi kita kagum dengan semangat petani dengan swadaya dari tahun ketahun masih bisa bertahan dengan semangat hingga berdirinya pabrik tapioka ini,” ujar Donny saat ditemui usai siaran pers, Senin (2/3/2020).
Donny menjelaskan, bahwa akan melakukan kunjungan beberapa kali lagi untuk  melakukan diskusi  intensif terkait prospek untuk menjadikan lumbuk Tapioka. “Masih banyak aspek yang harus kita bantu untuk membenahi itu, seperti bimbingan teknis produksi di situ, kita akan mengenalkan cara pengemasan dan bagaimana penjualannya,” ungkapnya.
Ditambahnya, BI akan selalu melihat prospek secara produksi kontiunitasnya, karena itu salah satu aspek yang sangat penting. BI memiliki tiga iven secara besar untuk menjual suatu komoditas suatu unggulan dari Provinsi Papua Barat.
“Kami telah melakukan survey dengan teman-teman UNIPA, komoditas singkong hanya ada di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Manokwari Selatan, itu masuk dalam komoditas  keempat ditingkat provinsi, sehingga nanti kita  lihat di masing-masing kabupaten  potensi daya serapnya ini apakah cukup,” katanya.
Jika di masing-masing kabupaten  potensi daya serapnya cukup dari sisi produksinya maka juga harus pastikan pasokkannya. “Sebelum kita sampai ke sana otomatis kan ada  perijinannya sudah harus dipenuhi,  karena ini terkait dengan bahan, maka  BPOM, sertifikasi MUI dan lain-lain harus ada perijinannya,” katanya.
Dengan adanya prijinan maka penjualan Tepung Tapioka bisa dijual secara umum di masyarakat, bahkan bisa sampai antar daerah  maupun provinsi. “Kalau ada pengusaha yang mau dengan Tepung Tapioka ini, itu bisa, tetapi kata kuncinya untuk melakukan itu jaminan kontiunitas sama masalah harga yang kompotitif,” jelasnya.
Aspek-aspek tersebut yang akan dilihat terlebih dahulu sebelum nantinya kalau memang semua aspek itu dinyatakan bagus , maka bumdes itu akan menjadi binaan BI Perwakilan Papua Barat.
“Kami tidak melalui modal tetapi pendampingan saja, sifat bantuan kami itu selalu bentuknya natural bukan uang, jadi apakah alat produksi, pengemasannya  atau dibindang promosinya,atau bantuan teknis lainnya, kita tidak akan pernah kasih dalam bentuk uang,“ tuturnya.(aa/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.