Digitalisasi Sistem Pembayaran Mengatasi Keterbatasan Wanita Pedesaaan, Wanita Dengan Disabilitas dan UMKM 

0
65
Anggota Dewan Gubernur Bidang IV Bank Indonesia, Doni P. Joewono.
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Sebagai rangkaian dari side event Women 20 (W20), yang mengangkat tema “Wanita Pedesaan, Wanita dengan Disabiltas dan UMKM” yang berlangsung pada tanggal 8 – 9 Juni 2022 di Manokwari, Papua Barat, Bank Indonesia Papua Barat turut serta mendukung pelaksanaan side event tersebut.
Penyelenggaraan kegiatan ini sangat penting untuk mengeksplorasi dan mendiskusikan praktik yang baik dari inisiatif dan kebijakan untuk mengatasi tantangan, dan membangun ketahanan masyarakat kita termasuk UMKM dan perempuan
Tema Presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022, “Recover Together, Recover Stronger,” sangat relevan dengan situasi global saat ini. Di bawah tema ini, Presidensi G20 Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa G20 tetap berada di garis depan dalam mempromosikan produktivitas global, meningkatkan ketahanan dan stabilitas, memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif sambil mendukung kerjasama multilateral. Indonesia bertujuan untuk mengarahkan upaya kolektif G20 untuk keluar dari pandemi Covid-19 dan membentuk momentum pemulihan, memastikan tidak ada yang tertinggal, termasuk untuk mengatasi tulang punggung perekonomian setiap negara, yaitu Sistem Pembayaran.
Pada Era Digital, Sistem Pembayaran merupakan pintu masuk dalam Ekosistem Baru yang dinamakan Ekonomi dan Keuangan Digital. Perkembangan sistem pembayaran dalam beberapa tahun ini didukung oleh perkembangan teknologi, yang mendorong terciptanya bisnis model baru, pemain baru dalam industri, perubahan perilaku konsumen dan transformasi lanskap ekonomi dan keuangan digital. Pola konsumsi masyarakat berubah dari offline menjadi online, dimana dibutuhkan akses cepat, mudah, murah, aman dan handal dalam sistem pembayaran. Demikian disampaikan Anggota Dewan Gubernur Bidang IV Bank Indonesia, Doni P. Joewono dalam sambutan side event W20 sebagai bagian dari Presidensi G20 Indonesia 2022 tanggal 8 Juni 2022.
“Sebagai respon kemajuan digitalisasi sistem pembayaran dan inovasi dalam sektor ekonomi dan keuangan digital, Bank Indonesia sebagai regulator tetap waspada terhadap risiko inovasi dan perkembangan teknologi. Atas dasar tersebut, Bank Indonesia perlu mempertahankan kebijakan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan risiko melalui Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 yang berorientasi penuh pada pembangunan ekosistem yang sehat, sebagai pedoman pembangunan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia,” ujar Doni P. Joewono dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Doni menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada tahun 2019 untuk mendukung digitalisasi sistem pembayaran. QRIS telah berkembang dengan berbagai fitur, mulai dari merchant present mode, non face to face (TTM), customer present mode, dan juga cross border. Melalui QRIS, digitalisasi UMKM dapat dipercepat untuk mendukung ekonomi dan keuangan yang inklusif. Selain itu, infrastruktur Fast Payment Bank Indonesia juga telah diluncurkan untuk memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat dan memperluas jangkauan pembayaran digital ke daerah terdepan, terluar dan tertinggal.
Data Bank Indonesia per April 2022 menunjukkan jumlah merchant QRIS mencapai 17,2 juta, dimana 90%-nya adalah UMKM. Selain itu, Bank Indonesia dan Pemerintah terus mendorong penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah dan mendukung perkembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat termasuk UMKM dan perempuan di pedesaan.
“Digitalisasi telah membuka jalan menuju sistem pembayaran yang lebih inklusif, yang dapat mempercepat ekonomi dan keuangan digital yang lebih inklusif. Inisiatif kolaboratif telah dan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan pembayaran digital di seluruh wilayah dan komunitas. Namun demikian masyarakat perlu di dukung dengan literasi keuangan dan digital untuk memastikan bahwa masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang baik dan memanfaatkan layanan keuangan digital untuk meningkatkan ketahanan dan produktivitas keuangan mereka” tutur Doni P. Joewono.
Bank Indonesia meyakini dengan penyelenggaraan Side Event Women 20 di Kabupaten Manokwari mampu menghasilkan ide-ide terbaik dan menginspirasi kegiatan baru untuk memajukan inklusi keuangan digital di Provinsi Papua Barat terutama untuk segmen Wanita Pedesaan dan Wanita dengan Disabilitas dalam rangka “Recover Together, Equally”. (rls)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.