BPOM Temukan Penyajian Makanan Kurang Bersih dan Gunakan Kantong Kresek Hitam

0
392
Kepala BPOM Papua Barat, Mojaza Sirait. (Foto : Bustam/Klikpapua.com)

KLIKPAPUA.COM, MANOKWARI– Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Papua Barat mengklaim terjadi penurunan temuan barang kadaluarsa (expired) dan tidak ditemukan pangan berbahaya (bahan kimia) di Papua Barat.

Ini terbukti dengan sidak yang dilakukan sejak awal Ramadhan hingga jelang Idul Firi di beberapa titik di Papua Barat,yang melibatkan dinas terkait di kabupaten/kota.

“Makanan berbuka puasa, kita tidak temukan makan berbahan kimia berbahaya, baik yang mengandung formalin, boraks dan zat berbahaya lainnya,” ungkap Kepala BPOM Papua Barat, Mojaza Sirait yang ditemui klikpapua.com, Rabu (29/5/2019) di kantor Kejaksaan Negeri Manokwari.

Meski tak menemukan bahan kimia berbahaya, namun masih ditemukan ada penjual makanan yang penyajian makanan masih kurang bersih. Selain itu, masih ditemukan kantong kresek warna hitam.

“Makanan tidak boleh dikemas dalam kresek berwarna. Harus bening. Plastik warna itu untuk kemasan paling luar. Ini yang masih ada beberapa,” ungkap Mojaza.

Ia berharap jumlahnya terus berkurang. Karena pihak BPOM terus lakukan pembinaan. “Kami lakukan edukasi. Bahan kimia berbahaya di beberapa titik, seperti Manokwari, Mansel, Sorong, Kaimana (sementara berjalan) belum ditemukan. Sejauh ini belum ada. Ya semoga tidak ada,” harap Mojaza.

Untuk produk pangan kadaluarsa, sejuah ini belum diambil langkah hukum, masih pembinaan. Hasil produk yang dimusnahkan pun hasil binaan yang berulang.

“Sekarang ada beberapa depot air isi ulang yang kita tindaklanjuti. AMDK di bulan Februari ada yang kita tutup sementara, tapi sudah buka kembali, karena telah lakukan perbaikan,” tuturnya.

Penutupan sementara dilakukan karena pelaku usaha tidak konsisten dalam pengelolaan pangan, yang menyangkut sagitasi higenis.

“Ketika kita memberikan ijin, kita pastikan itu produksi dilakukan dengan alur yang benar. Fasilitasnya bersih, ruangannya steril. Karyawan harus berpakaian lengkap, pakai masker, dan tidak kotor dan sebagainya,” jelasnya.

Ia memastikan BPOM akan selalu mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan produksinya, tetapi jangan melanggar kaidah-kaidah yang dilarang.

Editor : Bustam

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.