Biro Kesra Papua Barat Hadirkan Aplikasi “SIAPAH”

0
81
Launching sekaligus uji coba Pilot Project Penerapan Managemen Hibah dan Aplikasi, Sistim Informasi Administrasi Pengelolaan Hibah (SIAPAH) Provinsi Papua Barat, Jumat (20/5/2022). (Foto: Ist)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com — Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat Melaunching, sekaligus uji coba Pilot Project Penerapan Managemen Hibah dan Aplikasi, Sistim Informasi Administrasi Pengelolaan Hibah (SIAPAH) Provinsi Papua Barat, Jumat (20/5/2022).
Saat membacakan sambutan tertulis Sekretaris Daerah Papua Barat, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Melkias Werinussa mengatakan pembangunan dibidang keagamaan di Papua Barat merupakan investasi penting bagi peningkatan kesejahteraan dalam arti luas, mencakup dimensi lahir, batin, material dan spiritual.
Sehubungan dengan hal itu pemerintah provinsi Papua Barat melalui kebijakan umum APBD setiap tahunnya mengalokasikan bantuan hibah bagi lembaga organisasi keagamaan, kemasyarakatan serta mitra pemerintah.
“Pemerintah berharap dalam dalam rangka pengelolaan dana hibah dan sosial tercipta tertib administrasi, akuntabilitas dan transparansi. Penerima hibah harus mempertanggungjawabkan secara baik sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ucap Warinussa.
Hadirnya aplikasi “SIAPAH” tentu akan memudahkan akses informasi kepada masyarakat terkait bantuan hibah dan bansos berbasis digital. Disamping itu memudahkan Pemerintah dalam melakukan verifikasi, monitoring, sehingga tata kelola hibah yang bersumber dari APBD dirasakan efektivitasnya serta tepat sasaran.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa pemerintah menyambut baik pelaksanaan dan penggunaan sistim aplikasi, tekhusus bagi Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Barat,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Biro Kesra Setda Papua Barat, Eduard Toansiba. Dilaporkan Karo Kesra bahwa inovasi berupa aplikasi yang dibuat demi menjawab kendala pengelolaan hibah yang sejak tahun 2019 masih secara manual.
Nilai penting karena masyarakat tidak susah untuk mengakses informasi tentang Aplikasi Sistim Informasi Administrasi Pengelolaan Hibah. Kemudian bersamaan dilaksanakan sosialisasi meliputi tiga daerah diantaranya Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak.
“Saya laporkan berkaitan dengan perjalanan terutama dengan proyek perubahan. Kedua, berkaitan dengan penetapan Perda tentang hibah dan SOP standar. Kita launching tentunya kedepan akan digunakan dan mengisi, dari dulunya manual dan sekarang berbasis aplikasi,” beber Eduard.
“Dengan adanya aplikasi diharapkan proaktif untuk mengaplikasikan di Kabupaten/Kota terkait pengelolaan dana hiba di Masyarakat,” sambungnya. Eduard juga mengakui masih terdapat kekurangan dan akan terus dikembangkan demi kebaikan bersama. (rls/*)
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.