Anggota DPR-PB Febry Jein Gelar Dialog Bersama Warga Raja Ampat

0
76

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Anggota DPR Papua Barat Febry Jein Andjar,S.E.,M.M menggelar reses I tahun 2022 di Kabupaten mulai terhitung tanggal 23 Februari hingga 4 maret 2022 dengan melakukan sejumlah kegiatan yang menyentuh masyarakat di tengah pandemic COVID-19.

Anggota DPR Papua Barat Febry Jein Andjar,S.E.,M.M menggelar dialog dengan masyarakat di Distrik Waisai Kota, kemudian dua titik yaitu di kelurahan Sapordanco dan Warsanbim serta Kelurahan Bongkawir.

Kegiatan bersama masyarakat kelurahan Sapordanco selain berdialog dengan masyarakat Febry juga mengadakan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga yang dihadiri ibu-ibu perwakilan setempat didampingi Lurah Sapordanco Siti Aisya, S.Kep dan dibuka secara resmi oleh kepala badan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan KB Kabupaten Raja Ampat Aty,S.E.

“Kegiatan reses I ini disambut sangat baik oleh ibu-ibu mengingat betapa pentingnya mengelola keuangan keluarga ditengah pandemi COVID-19 yang mana perekonomian Kota Waisai sangat terpuruk akibat pembatasan sosial dan pembatasan wilayah yang harus ditaati oleh masyarakat untuk memutuskan penyebaran virus penyakit tersebut,” jelas Febry Jein Andjar kepada media ini, Selasa (8/3/2022).

Ketua BURT DPR Papua Barat menjelaskan bahwa Raja Ampat adalah kabupaten yang mengandalkan potensi keindahan alammya untuk pariwisata sehingga pembatasan sosial dan wilayah yang dilakukan selama pandemi covid-19 dampaknya sangat berat dirasakan oleh masyarakat.

” Tidak ada pengunjung yang bisa masuk ke Waisai, jangankan turis asing pengunjung lokal juga tidak bisa melakukan wisata ke kabupaten bahari ini, sehingga selain keluhan tentang kurangnya pemasukan keluarga, kaum perempuan juga menyuarakan tentang perlindungan dan stop kekerasan kepada perempuan dan anak,” ungkapnya.

Selain itu tentang bagaimana pemberdayaan potensi kaum perempuan diminta menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten, Provinsi dan Pusat diharapkan secara aktif mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas, kepercayaan diri serta kursus ketrampilan kepada ibu-ibu rumah tangga yang menjadi pekerja informal seperti penjual pinang, bensin eceran dan lainnya, kemudian bantuan modal juga sangat diharapkan mengingat kondisi perekonomian seperti sekarang ini sangat susah mencari tambahan penghasilan keluarga.

“Di kelurahan Sapordanco juga saya melakukan kunjungan ke rumah ibadah gereja dan masjid untuk menerima aspirasi /permintaan bantuan untuk fisik dan non fisik rumah ibadah. di Kelurahan warsanmbin masalah tentang air bersih, listrik , jaringan telekomunikasi ( telpon dan internet), kurangnya tenaga guru dan medis,” tandasnya.

Sedangkan kelurahan Bongkawir masyarakat mengeluhkan tentang pasokan air bersih yang belum sampai kerumah-rumah masyarakat sedangkan sejak 2 tahun lalu ada proyek pengadaan air bersih yang dilakukan oleh pemerintah.
“Namun sampai saat ini airnya belum sampai kerumah warga, masalah tentang guru, tenaga medis, perumahan, sarana olah raga dan infrastrukutur jalan lingkar juga menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dari pemerintah dll,” tambahnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.