Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menjalani pemeriksaan swap di RSUD Papua Barat, Rabu (24/6/2020). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Gubernur Papua Barat bersama Sekda dan Pejabat Eselon II di pingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat menjalani pemeriksaan swab untuk mendeteksi penyebaran Virus Corona dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (24/6/2020).
Pada pukul 09:00 WIT Sekda Papua Barat beserta pejabat eselon II Provinsi Papua Barat yang datang lebih dulu langsung melakukan pemeriksaan swab. Menyuusul Gubernur Papua Barat pada pukul 09 : 30 WIT. Pemeriksaan swab dilakukan mulai dari mendaftar di loket dengan mengisi formulir, dilanjutkan dengan pemeriksaan suhu tubuh, tensi, lalu berbaring dan dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Usai itu menuju untuk pengambilan swab yang dilakukan melalui hidung dan mulut.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan usai melakukan pemeriksaan swab, mengatakan dibutuhkan kesadaran masing-masing untuk memeriksakan dirinya, sehingga sebelum menuju New Normal ASN semua sudah jalani pemeriksaan. “Nanti setelah New Normal atau tanggap darurat kita masuk bekerja di kantor, tapi sebelumnya kita semua melakukan pemerikaan swab dulu, sehingga saya mau mengimbau dan harapkan kepada semua ASN mari kesadaran sendiri datang dan periksa kesehatannya,” ajak Gubernur.
Menurut Gubernur, dengan melakukan pemeriksaan ini akan menjadi motivasi bagi masyarakat juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan . Sehingga bagi mereka yang merasa tidak sehat atau bagi yang berada di tengah-tengah pasien positif, untuk datang sendiri dan memereriksakan kesehatan mereka.
Lebih lanjut Gubernur menyampaikan bahwa pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui persis apa benar-benar sehat atau tidak. “Kita juga bisa mengajak keluarga untuk melakukan pemeriksaan swab,” tuturnya.
Gubernur mengajak untuk seluruh ASN yang berada di kabupaten/kota juga dapat melakukan pemerksaan swab, terutama bagi mereka yang memiliki alat PCR. “Kalau memang belum memiliki alat PCR bisa dilakukan pengambilan swab dan di kirim ke provinsi atau kabupaten/kota yang sudah memiliki alat PCR untuk dilakukan pemeriksaan,” imbau Gubernur.
Saat ditanya apabila dari pengambilan swap ada yang positif, maka tindakan yang dilakukan adalah wajib menjalani isolasi di rumah sakit. “Tapi kita berdoa, semoga semua sehat, tidak ada yang positif. Tapi kalau ada yang positif, maka wajib menjalani isolasi di rumah sakit,” pungkas Gubernur.(aa/bm)