MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, Kapolda Papua Barat Irjend Pol Tornagogo Sihombing, dan Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen I Nyoman Catiasa bersama-sama meresmikan 107 Kampung Tangguh Yaba Nonti Berdikari Polda Papua Barat dan Polres jajaran, Kamis (25/2/2021), yang dipusatkan di Kampung Udapi Hillir, Distrik Prafi,Kabupaten Manokwari.
Kapolda Papua Barat Irjend Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, hadirnya Kampung Tangguh akan memaksimalkan penerapan testing, tracking, dan treatment atau 3T dan tetap mengutamakan protokol kesehatan 3M. “Agar angka kasus positif Covid-19 semakin menurun dan tentunya angka kesembuhan diharapkan terus naik. Dengan struktur dan sarana prasarana sesuai dengan standar yang ada,” ungkap Kapolda Tornagogo.
Peresmian yang dilakukan secara virtual ini diikuti oleh seluruh polres di Papua Barat, dengan tetap mengutamakan 3M dengan menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker. “Pembentukan Kampung Yaba Nonti (Berdikari ) di jajaran Polda Papua Barat dititik beratkan di semua Polres yang ada di Polda Papua Barat untuk Harkamtibmas dan pencegahan Covid-19 terdiri dari Polda Papua Barat 1; Polres Manokwari 18; Polres Kota Sorong 19; Polres Sorong Selatan 16, Polres Raja Ampat 6, Polres Fakfak 6; Polres Kaimana 9; Polres Teluk Wondama 8; Polres Teluk Bintuni 14; dan Polres Manokwari Selatan 5, total keseluruhannya ada 107 kampung Yaba Nonti,” ujarnya.
Kapolda juga menjelaskan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan pada project Kampung Tangguh untuk mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah RT/RW atau desa/ kelurahan, yang perlu disiapkan adalah entry and exit screening (penjagaan keluar dan masuk lokasi rawan Covid-19 menjadi satu pintu dengan pengecekan suhu tubuh ).
Selain itu, memberikan sosialisasi secara masif, agar meningkatkan pengetahuan tentang bahaya Covid-19 dan meningkatkan kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat (5M), meningkatkan recovery rate (tingkat kesembuhan) serta menurunnya angka kriminalitas. “Peningkatan kegiatan kepolisian guna meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Pengembangan struktur (team pop) sampai ke tingkat Polsek. Mengembangkan infrastruktur (posko KTN) agar terhubung mulai dari RW sampai ke Polda,’’ jelas Tornagogo.
Lanjut Kapolda, bahwa penguatan dan dukungan terhadap peran Bhabinkamtibmas yang bersinergi dengan babinsa sebagai analis kejahatan, penilai keamanan, dan pemecahan masalah. Public Health Center (tempat isolasi dan layanan kesehatan sebagai rujukan yang dibantu oleh Satgas maupun TNI dan Polri).
Pemberdayaan komunitas (memberdayakan komunitas seperti PKK, kelompok pengajian, anak komunitas, karang taruna). Posko kemanusiaan (sebagai pusat pengumpulan bantuan sosial). Social development (ketahanan pangan berupa tanaman dan kolam ikan). PHBS (penerapan perilaku hidup bersih dan sehat). Check Point (lokasi imbauan protokol Covid-19 sebagai sarana edukasi masyarakat).
Operasi Yustisi (penegakan hukum pada lokasi rawan pelanggaran Covid-19). SCC (strategic command center sebagai pusat pengolahan data dan komunikasi publik terkait Covid-19). “Hal tersebut diatas menjadi sangat penting untuk terpenuhi dan telah ada beberapa Kampung Tangguh yang berhasil menurunkan Covid-19 secara signifikan, contohnya di Kampung Tangguh Serpong Tangerang Selatan dan beberapa di wilayah Jawa Timur,’’ tuturnya mencontohkan kabupaten lain.
Peran Kampung Tangguh akan dilaksanakan secara maksimal dengan struktur dan sarana prasarana sesuai dengan standar yang sudah ada, sehingga peran Polsek dan Polres menjadi utama sebagai fungsi pelaksana dan pengawasan terhadap penyebaran Covid-19 pada lokasi tersebut, serta disiapkan posko.
Ditambahkan Kapolda, untuk menghadapi OTG (Orang Tanpa Gejala) akan disiapkan isolasi mandiri khusus dan diawasi secara ketat tidak ada pergerakan. “Posko yang ada harus memiliki data secara lengkap masyarakat yang masuk dalam sosial ekonomi rendah, sehingga kita akan memberikan bantuan sosial pada kelompok masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Kapolda, perlu menyiapkan bansos sesuai kebutuhan dengan didukung ketahanan pangan yang sudah dilaksanakan oleh Kampung Tangguh. ” Akan dikedepankan pemberian edukasi secara masif baik di lapangan maupun ruang siber dengan melibatkan semua tokoh, toga, tomas, influencer untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, melaksanakan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dengan bekerja sama dengan semua pihak,” pungkasnya.
Louncing Kampung Tangguh ditandai oleh pemukulan tiga oleh Wakil Gubernur, Kapolda dan Pangdam serta pemberian bantuan kepada warga masyarakat berupa beras, cangkul, dan tanamam.(aa)