Tak ada Dokter Spesialis, RSUD Kaimana Kewalahan Tangani Pasien Gangguan Mata 

0
261
KAIMANA,KLIKPAPUA.com—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kaimana saat ini tengah menangani salah satu pasien yang mengalami gangguan berat pada bola mata hingga menyebabkan kebutaan. Pasien Herodia Refideso (38) asal Kampung Urisa, Distrik Arguni ini, mengalami sakit mata selama lebih dari satu bulan, namun baru pekan lalu dibawa ke RSUD Kaimana untuk menjalani perawatan. Sejak masuk rumah sakit, kondisinya tampak lemas.
Wilhelmus Jafata sang suami, ketika dikonfirmasi menjelaskan, sakit mata yang dialami istrinya bermula dari adanya benjolan pada bagian atas mata. Sakit pada benjolan dimaksud, kemudian merembet sampai ke mata.
Awalnya lanjut Wilhelmus, mereka menganggap sakit yang diderita Ibu Heridia sebagai sakit mata biasa. Namun sebulan berjalan, kondisi mata semakin parah, sehingga akhirnya mereka memutuskan membawa Ibu Herodia ke RSUD Kaimana. Wilhelmus akui, hanya bisa membawa istrinya ke RSUD Kaimana. Namun apabila harus dirujuk keluar Kaimana, ia mengaku tidak sanggup karena tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan maupun perjalanan.
Terkait hal ini, Plt, Direktur RSUD Kaimana, Subhan Hassanoessi, SKM, S.Ap kepada Cahaya Kaimana mengatakan, pasien bernama Herodia Refideso ini, berdasarkan analisa tim Dokter yang menangani, mengalami problem didalam bola mata sehingga harus mendapat penanganan lebih intensif di rumah sakit dengan peralatan yang lebih lengkap.
Dikatakan, keputusan merujuk pasien keluar Kaimana, selain karena RSUD Kaimana belum memiliki dokter spesialis mata dan perangkat yang lengkap, juga untuk mengantisipasi jika terjadi faktor keganasan pada mata pasien.
“Pasien ini menurut analisa dokter yang menangani, kemungkinan besar ada problem didalam bola matanya. Kita khawatir jangan sampai ini ada unsur keganasan, sehingga jalan keluarnya kita harus rujuk keluar. Tadi saya baru konsultasi dengan tim dokternya. Yang terdekat dokter spesialis mata disini ada di Sorong. Tapi kami berpikir sebaiknya keluar lagi yang lebih lengkap itu di Makassar. Kenapa pilihan Makassar karena khawatir sampai di Sorong tidak bisa diselesaikan, dari sana rujuk keluar lagi. Akhirnya yang susah pasien dan keluarga,” ujar Subhan, Selasa (8/6/2021).
Untuk kelancaran proses rujukan, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan BPJS pasien yang bersangkutan sedang aktif, sehingga pengobatannya bisa ditanggung oleh negara, sementara biaya perjalanan dan akomodasi bisa dibantu Pemerintah Daerah.
“Dalam waktu dekat, atas perintah Wakil Bupati, harus segera dirujuk. Saya sudah lihat pasiennya dan saya sudah minta dokter supaya rujukannya segera diterbitkan. Kemudian kita pastikan dulu BPJS pasien ini dalam keadaan aktif atau tidak, sehingga kalau nanti dirujuk bisa pakai fasilitas BPJS yang ditanggung oleh negara. Tinggal nanti Pemerintah Daerah mendukung bantuan perjalanan atau lainnya,” tandasnya.
Subhan mengatakan, belajar dari kasus mata yang dialami Ibu Herodia ini, kedepan ia berharap RSUD Kaimana perlu menghadirkan dokter spesialis mata dengan dukungan peralatan medis yang memadai. Hal ini diperlukan agar pasien dengan gangguan mata bisa ditangani lebih awal di RSUD Kaimana. (iw)
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.