KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Komandan Pos SAR Kaimana, Silas Wopari, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pelayaran pada malam hari menyusul cuaca ekstrem yang melanda perairan Kaimana dalam beberapa waktu terakhir.
Silas meminta seluruh pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar, termasuk memastikan muatan penumpang dan barang tidak melebihi kapasitas.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna transportasi laut agar sebelum melakukan perjalanan memperhatikan kondisi cuaca, muatan penumpang maupun barang,” ujar Silas Wopari.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan teknis armada, seperti ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), kondisi mesin longboat, serta kewajiban penggunaan life jacket bagi seluruh penumpang guna meminimalisir risiko kecelakaan laut.
“Penumpang wajib menggunakan life jacket untuk mengurangi risiko laka laut yang kerap terjadi,” tambahnya.
Silas mengungkapkan, sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, cuaca ekstrem disertai angin kencang melanda perairan Kaimana.
Kondisi tersebut mengakibatkan tinggi gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter, khususnya di Perairan Arafura, berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Gelombang laut cukup tinggi dan berbahaya bagi pelayaran, terutama kapal-kapal kecil,” jelas Silas kepada klikpapua.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (21/1/2026).
Ia juga menyebutkan sejumlah wilayah perairan yang dinilai rawan dan perlu diwaspadai, antara lain perairan Kampung Namatota, Adi Jaya, Karawawi, Triton, Pulau Venyu, Darmai, serta perairan Distrik Teluk Etna.
Silas mengingatkan, apabila terjadi kondisi darurat atau musibah di laut, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat terkait, seperti Polres, Polsek, Pospol, Kodim, Koramil, atau Basarnas terdekat.
“Masyarakat dapat menghubungi Basarnas Kaimana melalui nomor darurat 115,” pungkasnya. (lau)





















