KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Perikanan menargetkan pembangunan sebanyak 21 unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada tahun anggaran 2026 ini. Program strategis ini akan tersebar dan disasarkan ke 17 lokasi di wilayah Kabupaten Kaimana, guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan taraf hidup para nelayan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana, Herliena Ubery, menjelaskan bahwa dari seluruh rencana pembangunan tersebut, saat ini sudah ada dua lokasi yang dinyatakan lolos dan memenuhi persyaratan administrasi untuk tahap awal pembangunan, yakni Kampung Coa dan Kampung Tanggaromi. Kedua lokasi ini juga telah ditetapkan sebagai hub atau sentra utama pengembangan perikanan di daerah tersebut.
“Secara keseluruhan jumlah Kampung Nelayan Merah Putih yang akan kami bangun ada 21 unit. Untuk tahap I, Kampung Coa dan Kampung Tanggaromi sudah memenuhi syarat administrasi berdasarkan hasil survei yang kami lakukan. Kedua tempat ini kami tetapkan sebagai hub sentra, yaitu pusat aktivitas, distribusi, sekaligus inti dari ekosistem bisnis perikanan yang terintegrasi di Kaimana,” ungkap Herliena saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut Herliena menjabarkan, tujuan utama dibangunnya Kampung Nelayan Merah Putih ini adalah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus kemandirian ekonomi para nelayan dan masyarakat pesisir. Seluruh kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas nantinya akan diserahkan dan dikelola langsung oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ada di masing-masing wilayah.
“Intinya, fasilitas ini agar ekonomi nelayan makin kuat, hasil tangkapan makin bernilai, dan mereka tidak lagi hanya jadi pekerja, tapi menjadi pelaku usaha yang mandiri melalui koperasi desa yang sudah dibentuk,” tambahnya.
Meski target pembangunan cukup besar, Herliena mengakui masih terdapat sejumlah kendala administrasi dan teknis di beberapa lokasi lain yang menjadi sasaran. Kendala tersebut sedang diselesaikan agar pembangunan bisa berjalan sesuai jadwal. Tahun ini, prioritas utama difokuskan pada realisasi pembangunan di 17 lokasi yang telah ditetapkan.
Oleh sebab itu, Herliena meminta dukungan penuh, partisipasi aktif, dan kesabaran dari seluruh nelayan pesisir serta masyarakat setempat. Dukungan warga dinilai sangat penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan hasilnya bisa dimanfaatkan secara maksimal demi kemajuan bersama.
“Kami berharap masyarakat dan para nelayan mendukung program ini. Keberhasilan pembangunan dan manfaat jangka panjangnya sangat bergantung pada kerja sama kita semua, mulai dari proses pembangunan hingga nanti saat fasilitas ini sudah bisa digunakan sepenuhnya,” pungkas Herliena.(lau)





















