KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kaimana terus memperkuat upaya mewujudkan program Satu Data Kependudukan melalui kegiatan sosialisasi dan pembekalan bagi para pendeta, pastor, dan pegawai distrik di Aula Gereja Solafide Krooy, Jumat (21/8/2026).
Kepala Disdukcapil Kabupaten Kaimana Royce Elizson Kubewa mengatakan, sosialisasi dan pembekalan ini bertujuan memastikan seluruh data administrasi kependudukan yang dikelola Disdukcapil Kaimana selaras dengan data nasional.
“Artinya, data yang terinput langsung terhubung dengan data nasional, sehingga dapat dipergunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan, pengambilan keputusan publik, dan penyaluran bantuan sosial,” katanya.
Royce mengungkapkan, salah satu kendala yang dihadapi pihaknya yakni perbedaan data yang dimiliki masyarakat dengan data yang telah tercatat dalam sistem nasional.
Karena itu, peningkatan pemahaman masyarakat terkait administrasi kependudukan dinilai sangat mendesak, mencakup penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, surat domisili, dan dokumen kependudukan lainnya.
Ia menegaskan, untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi, khususnya di wilayah kampung, Disdukcapil Kaimana menerapkan inovasi pelayanan jemput bola dengan turun langsung ke kampung-kampung.
“Kami memberikan sosialisasi dan melakukan pelayanan pembuatan KTP, KK, akta kelahiran, akta kematian, dan beberapa dokumen lainnya, tanpa menunggu masyarakat mendatangi Kantor Disdukcapil Kaimana,” ungkapnya.
Royce menambahkan, sebagai langkah awal, Distrik Buruway dan Distrik Kaimana telah ditetapkan sebagai pilot project atau daerah percontohan dalam penerapan sistem pendataan kependudukan berbasis satu data.
Dalam waktu dekat, Disdukcapil Kaimana juga akan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pembekalan lanjutan bagi dua distrik tersebut.
Sementara itu, Kepala Seksi Pindah Datang Penduduk Disdukcapil Kaimana Steven Lawata mengatakan, perubahan sistem aplikasi kependudukan menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan data yang lebih akurat guna mendukung berbagai program afirmasi bagi Orang Asli Papua (OAP).
Steven menegaskan, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid.
Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih luas hingga ke tingkat kampung agar masyarakat memahami pentingnya administrasi kependudukan.
“Kami memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh masyarakat di kampung-kampung. Untuk itu, keterlibatan tokoh agama menjadi sangat penting agar informasi dapat diteruskan kepada umat dan masyarakat luas,” katanya.
Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, pendataan kependudukan OAP dapat berjalan dengan baik sehingga berbagai kebijakan pembangunan dan pelayanan publik dapat tepat sasaran.
“Kami meminta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan, sehingga mampu menciptakan basis data kependudukan yang akurat dan terpercaya,” pungkas Steven. (lau)





















