KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Papua Barat telah mencapai 3.317,56 hektare yang tersebar di tujuh kabupaten.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Papua Barat menaikkan status karhutla dari siaga menjadi waspada, sekaligus memperketat imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Papua Barat Jimmy W. Susanto menegaskan peningkatan status tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul dampak El Nino di seluruh Indonesia yang memicu kekeringan ekstrem dan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Barat.
“Saya meminta masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta tidak meninggalkan sumber api di kawasan hutan,” terang Jimmy seusai mengikuti Sosialisasi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) di Kaimana, Jumat (11/9/2026).
Jimmy mengungkapkan, status karhutla dinaikkan dari siaga menjadi waspada sesuai Surat Keputusan Gubernur Papua Barat. Pihaknya kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, kebakaran hutan telah terjadi di tujuh kabupaten/kota di wilayah Papua Barat. Kabupaten Fakfak menjadi wilayah dengan luas kebakaran hutan terbesar, yakni sekitar 2.300 hektare di wilayah Bomberay.
“Sedangkan Kabupaten Kaimana tercatat mengalami kebakaran hutan berkisar 25 hektare,” ujarnya.
Jimmy menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak El Nino. Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga hutan dengan mencegah munculnya titik api yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
“Semoga dampak El Nino segera berakhir sehingga kondisi cuaca kembali normal dan aktivitas masyarakat di Papua Barat dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (lau)





















