SKK Migas-INPEX Masela Bantu Pemkab Kepulauan Tanimbar Hadapi Tanggap Darurat Covid19

0
161
Penyerahan secara simbolis bantuan bencana non alam, oleh pekerja SKK Migas – Inpex Masela kepada pemerintah daerah KKT, Selasa (14/4/2020) di Gedung Kewarbotan.
AMBON,KLIKPAPUA.COM–Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Inpex Masela Ltd memberikan bantuan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan pandemik virus corona (Covid19) kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT)
Upaya SKK Migas dan Kontraktor KKKS melakukan giat kepedulian terhadap pencegahan penyebaran Covid19 di KKT, tidak hanya dikarenakan akan dibangunnya kilang Liquefaction Natural Gas (LNG) atau Kilang Gas Alam Cair oleh Kontraktor SKK Migas yaitu Inpex Masela Ltd. di KKT, namun juga merupakan bagian dari kepedulian terhadap potensi penyebaran yang perlu segera prioritaskan, sehingga tidak menyebar hingga daerah operasional hulu migas di Indonesia.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, A. Rinto Pidyantoro menyampaikan pesan bahwa industri hulu migas turut berempati atas terjadinya wabah yang diakibatkan dari Covid19, yang telah menjangkit kepada masyarakat di daerah Timur Indonesia.
Meskipun Rinto mengakui, adanya beberapa hambatan untuk membawa logistik bantuan bencana non alam yang hendak diserahkan, akibat adanya pembatasan pembatasan wilayah di beberapa tempat dan ketersediaan alat angkut logistic yang terbatas pada masa pandemic Covid19 ini.
“Sambil menunggu proses angkut pengiriman bantuan ke Saumlaki, kami bersama beberapa Lembaga Masyarakat dan Subkontraktor KKKS, telah melakukan dukungan dalam bentuk Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dibidang Kesehatan. Kegiatan PPM tersebut telah dilakukan bersama sama dengan melibatkan perwakilan masyarakat desa Lermatang dan Bonmaki, tenaga professional yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta jurnalis hulu migas yang ada di Saumlaki,” ujar Rinto.
“PPM yang dilakukan ingin mengajak seluruh masyarakat, agar lebih memahami cara menghadapi bencana non alam ini, dengan menghasilkan materi-materi komunikasi, berbentuk poster dan pemberitaan edukasi yang tidak membuat masyarakat takut atau panik, dalam menghadapi pandemik ini,” tegas Rinto menambah.
Pada acara penyerahan secara simbolis bantuan bencana non alam, oleh pekerja SKK Migas – Inpex Masela kepada pemerintah daerah KKT, Selasa (14/4/2020) bertempat di Gedung Kewarbotan, turut diserahkan 8 poster edukasi penangulangan Covid19 dan peralatan kesehatan,  berupa 47 unit alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan (baju Hazmat, pelindung wajah, masker N95 dan sepatu boot), 40 dus masker bedah dan 1.000 botol hand sanitizer.
Bantuan yang diserahkan.
Ajakan ke masyarakat untuk hidup sehat, seperti tetap mengonsumsi makanan bervitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh, informasi untuk tetap berada dirumah dan cara pencegahan kejenuhan selama beraktifitas di rumah,  perlunya mengunakan masker kain bila perlu keluar rumah, dan materi edukasi untuk membatasi penyebaran berita hoax terkait wabah corona, merupakan sebagian dari tema tema poster edukasi yang merupakan buah karya awal program PPM dari masyarakat di Tanimbar itu sendiri.
Pada kesempatan lainnya, INPEX juga turut menyampaikan simpati yang mendalam terhadap semua yang terdampak oleh COVID-19 dan mengharapkan bantuan ini dapat membantu memperkuat sarana dan prasarana kesehatan di Indonesia.(rls/bm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.