Sigap Hadapi Gelombang 3 COVID-19, KSP: Bukan Menakut-Nakuti, Tapi Tingkatkan Kewaspadaan

0
46
Kantor Staf Presiden melaksanakan kegiatan KSP Mendengar untuk menampung aspirasi masyarakat di Salatiga, Jawa Tengah, terkait upaya mencegah gelombang tiga COVID-19 menjelang Nataru. - Sumber: KSP

SALATIGA,KLIKPAPUA.com— Kantor Staf Presiden (KSP) menghimbau semua masyarakat untuk tidak terlena dengan semakin terkendalinya situasi COVID-19 karena ancaman gelombang ketiga ada di depan mata, terutama menjelang perayaan natal 2021 dan tahun baru 2022. Hal ini disampaikan saat gelaran KSP Mendengar di Salatiga, Jawa Tengah.

“Pemerintah tidak ingin menakut-nakuti, tapi meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah mempelajari kasus yang telah ada dari berbagai negara lain yang terkena lebih dahulu dan kita tidak ingin kondisi pontang-panting terjadi lagi di Indonesia,” kata Abraham Wirotomo selaku Tenaga Ahli Utama KSP.

Kepada 68 perwakilan organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan organisasi kepemudaan Kota Salatiga yang hadir dalam forum KSP Mendengar tersebut, Abraham juga mendorong kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk ditingkatkan kembali untuk menangkal gelombang ketiga.

“Kondisi menjelang Nataru sangat dinamis, banyak perubahan yang membuat Pemerintah pun harus menyesuaikan kebijakan. Di sini kami hadir untuk mendengar masukan dari masyarakat. Sebagaimana disampaikan Presiden, pandangan masyarakat harus didengarkan karena Indonesia tidak mungkin bisa berhasil melawan pandemi tanpa dukungan masyarakat,” lanjutnya.

KSP dalam menjalankan fungsinya untuk pengelolaan strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan, melaksanakan kegiatan reguler KSP Mendengar di daerah-daerah.

Kegiatan KSP Mendengar kali ini diselenggarakan untuk menampung aspirasi masyarakat di Salatiga, Jawa Tengah.

Sementara itu, Salatiga adalah kota menjadi contoh dalam pengendalian gas dan rem COVID-19.

Namun, Kota ini sempat diguncang oleh penemuan kluster di salah satu Sekolah Dasar (SD) dengan belasan guru dan pelajar dinyatakan terpapar COVID-19 pekan lalu. Pemerintah Kota Salatiga pun memutuskan untuk menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sekolah tersebut.

“Kita sudah 3 bulan mencatatkan kematian 0 akibat COVID-19, begitu juga dengan kasus baru. Salatiga terkenal cepat mencari kontak erat. Namun perlu diakui masih banyak masyarakat yang tidak mau diperiksa meski kontak erat dengan pasien COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraidah.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.