Pertamina Dorong Pembangunan Jobber dan SPBU di Wilayah Pegunungan Tengah Papua

0
64

SURABAYA,KLIKPAPUA.COM– PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaan PT Patra Logistik, dan 6 Kepala Daerah Wilayah Pegunungan Tengah Papua (Kabupaten Puncak, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Yalimo, dan Kabupaten Asmat) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pembangunan Jobber (terminal bahan bakar minyak mini) dan SPBU Kompak di Wilayah Papua pada Rabu (15/01) di Surabaya. Pertamuan ini menyepakati pembangunan Jobber dan SPBU Kompak, serta pembentukan tim strategis untuk pembahasan rencana pembangunan Jobber Suator, Kabupaten Asmat Provinsi Papua.

Hadir dalam kesempatan ini adalah General Manager Marketing Operation Region (MOR) VIII PT Pertamina (Persero), Gema Iriandus Pahalawan; Direktur Pemasaran dan Operasi PT Patra Logistik, Dodi Hasbi Rosyadi; serta 6 bupati wilayah Pegunungan Tengah yakni Bupati Puncak, Willem Wandik; Bupati Asmat, Elisa Kambu; Bupati Tolikara, Usman Wanimbo; Bupati Yalimo, Lakius Peyton; Bupati Yahukimo, Abock Basup; serta Bupati Mamberamo Tengah yang diwaliki oleh Kepala Dinas PTSP, Abraham Ahyuan.

Dalam kesempatan ini, General Manager Pertamina MOR VIII, Gema Iriandus Pahalawan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan wujud komitmen dari Pertamina untuk menyediakan dan mendistribusikan BBM hingga ke seluruh pelosok Indonesia sehingga masyarakat di wilayah Papua, khususnya di enam kabupaten Pegunungan Tengah dapat merasakan BBM dengan pasokan dan harga yang sama seperti wilayah lainnya di Indonesia.

“Inti dari pertemuan ini adalah agar masyarakat di Papua, khususnya di wilayah Pegunungan Tengah bisa menikmati BBM Satu Harga, sama seperti di daerah lain,” tutur General Manager Pertamina MOR VIII, Gema Iriandus Pahalawan.

“Pembangunan Jobber dan SPBU Kompak ini dilakukan untuk mempermudah distribusi BBM ke sejumlah wilayah yang saat ini masih cukup sulit dijangkau,” tambahnya.

Saat ini terdapat lembaga penyalur/SPBU di masing-masing kabupaten, yakni 1 di Kabupaten Puncak, 1 di Kabupaten Mamberamo Tengah, 2 di Kabupaten Yalimo, 2 di Kabupaten Tolikara, 1 di Kabupaten Yahukimo, dan 11 di Kabupaten Asmat. Meski telah ada di setiap kabupaten, namun masih perlu penambahan di wilayah yang belum tersedia lembaga penyalur karena sebagian besar lembaga penyalur baru terdapat di distrik yang menjadi ibu kota kabupaten.

Oleh karena itu, pertemuan dengan enam Kepala Daerah wilayah Pegunungan Tengah ini bertujuan untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah dengan melakukan mapping (pemetaan) bersama utuk menenentukan SPBU Kompak baru di enam kabupaten tersebut sekaligus dalam rangka menyukseskan Program Pemerintah yakni Program BBM Satu Harga di tahun 2020.

Untuk Program BBM Satu Harga sendiri, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2019, Pertamina telah mengoperasikan sebanyak 23 titik Satu Harga di wilayah Provinsi Papua.

Pertamina berharap dengan adanya dukungan Pemerintah Daerah melalui MoU ini maka kemudian akan dibentuk Tim Teknis untuk membahas hal – hal strategis dan teknis terkait dengan pembangunan SPBU Kompak dan Jobber Suator.

Pembangunan titik suplai (supply point) Jobber Suator ini diharapkan dapat meningkatkan availability (ketersediaan) BBM dan mempertahankan affordability (keterjangkauan) harga BBM. Nantinya, PT Patra Logistik selaku anak perusahaan Pertamina akan membantu Pemerintah Daerah dalam hal penyaluran BBM di enam kabupaten tersebut.(RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.