MANOKWARI– Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. meresmikan Navy Mart di Fasharkan TNI AL Manokwari, Senin (31/8/2026).
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesejahteraan prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Peresmian Navy Mart Primkopal turut dihadiri Ibu Ketua PG Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Kiki Denih Hendrata. Fasilitas tersebut berada di lokasi yang dinilai strategis karena berdekatan dengan Rumah Sakit Angkatan Laut.
Laksdya Denih mengapresiasi pembangunan Navy Mart yang dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan lima hari. Ia menilai bangunan tersebut memiliki kualitas yang baik dan berada pada lokasi yang mendukung aktivitas pelayanan kepada keluarga besar TNI AL maupun masyarakat.
“Luar biasa pembangunan yang dikerjakan dalam waktu tiga bulan, tepatnya tiga bulan lima hari. Alhamdulillah, kalau secara kasat mata, pembangunan ini kelihatan bagus, kokoh dan berada pada posisi yang sangat strategis,” ujar Laksdya Denih.

Menurutnya, tujuan utama pembangunan Navy Mart adalah mendukung kesejahteraan prajurit dan PNS TNI AL di Manokwari. Namun, keberadaannya juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Yang pertama adalah untuk kesejahteraan prajurit dan segenap PNS TNI Angkatan Laut di Manokwari. Selebihnya tentu untuk masyarakat, terutama karena lokasinya berada dekat dengan Rumah Sakit Angkatan Laut,” katanya.
Laksdya Denih berharap Navy Mart Manokwari tidak berhenti sebagai fasilitas usaha, tetapi dapat berkembang dan memberikan hasil yang benar-benar kembali untuk meningkatkan kesejahteraan personel.
Ia mengatakan, apabila pengelolaan Navy Mart berjalan baik, konsep serupa dapat dikembangkan di wilayah lain. Namun, hal tersebut harus ditopang dengan manajemen yang baik, transparan dan akuntabel.
“Saya mengharapkan kalau ini berhasil, bisa dikembangkan lebih banyak lagi Navy Mart dengan sistem pengelolaan dan manajemen yang baik, benar, transparan serta akuntabel, sehingga tidak menimbulkan masalah,” tuturnya.
Selain pengelolaan, Laksdya Denih menekankan pentingnya pengawasan secara berkelanjutan. Menurutnya, kontrol menjadi bagian penting agar kegiatan usaha dapat berjalan sesuai tujuan dan hasilnya tidak keluar dari sasaran awal.
“Setiap ada kegiatan, kalau tidak dikontrol, itu yang sering menjadi kelemahan. Nah, ini harus tetap dikontrol sehingga penghasilan dari Navy Mart ini benar-benar bisa dirasakan dan kembali untuk meningkatkan kesejahteraan personel,” jelasnya.
Laksdya Denih juga melihat keberadaan fasilitas tersebut berpotensi mendukung masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor kelautan. Menurutnya, nelayan membutuhkan dukungan kebutuhan pokok dan logistik dengan harga yang terjangkau.
“Seperti nelayan maupun masyarakat yang bekerja di laut, tentu membutuhkan sembako yang murah dan benar-benar menjadi pengayom bagi para nelayan,” ucapnya.
Menurut Laksdya Denih, dukungan terhadap masyarakat pesisir tidak hanya menyangkut kebutuhan sehari-hari. Pendidikan anak-anak dari keluarga yang bekerja di sektor kelautan juga perlu mendapat perhatian agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak mereka juga harus kita dorong agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menilai dukungan terhadap masyarakat tersebut secara tidak langsung dapat ikut memperkuat aktivitas ekonomi dan pembangunan daerah, terutama melalui sektor kelautan dan masyarakat yang bekerja di dalamnya.
Laksdya Denih pun menyampaikan apresiasi atas pembangunan Navy Mart Manokwari. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dikelola dengan baik, berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar TNI AL maupun masyarakat di Manokwari.
“Navy Mart Primkopal Fasharkan Manokwari”. Saya ucapkan selamat dan semoga sukses dengan pendirian Navy Mart ini,” pungkasnya. (adv)





















