KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui keterampilan pembuatan noken dan panah tradisional.
Ajakan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Penguatan Kapasitas Masyarakat Kampung Wainaga, Distrik Teluk Arguni Atas, Jumat (11/9/2026).
“Noken dan panah bukan sekadar hasil kerajinan tangan, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Papua yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kearifan lokal. Keberadaannya harus terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya
Isak mengatakan, budaya adalah jati diri masyarakat. Jika budaya hilang, masyarakat kehilangan bagian penting dari identitas dan sejarah yang diwariskan para leluhur.
Menurutnya, berbagai karya budaya yang dimiliki masyarakat merupakan kekayaan yang tidak ternilai. Keterampilan membuat noken, panah, maupun berbagai produk budaya lainnya lahir dari kreativitas dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
Wabup mengungkapkan, perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan budaya lokal. Masyarakat harus mampu menjaga dan mengembangkan warisan tersebut agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan.
“Warisan budaya yang kita miliki hari ini merupakan hasil karya para leluhur yang harus kita jaga bersama. Generasi muda harus mengenal, mempelajari, dan melanjutkan tradisi ini agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Wabup juga mengajak peserta memanfaatkan pelatihan sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis budaya lokal.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Distrik Teluk Arguni Atas Arsad Watora, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) Kaimana, serta masyarakat Kampung Wainaga. (lau)





















