MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari melengkapi sarana pendukung bagi petani lokal dengan membangun fasilitas lantai jemur terpadu yang menyatu dengan gudang penyimpanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari Mukrianto mengatakan, fasilitas ini disiapkan menyambut musim tanam dan panen agar petani tidak lagi mengeringkan gabah di tempat yang tidak memadai.
“Ketika lahan sawah ini sudah difungsikan dan mulai panen, gabah tidak lagi dijemur di pinggir jalan. Petani memang membutuhkan lantai jemur dan gudang penampungan yang layak,” ujar Mukrianto.
Pembangunan fasilitas pascapanen tersebut saat ini berlangsung di salah satu kampung dan ditargetkan rampung sebelum musim panen tiba.
Dengan skema terpadu, alur kerja petani menjadi lebih efisien. Setelah dipanen, gabah bisa langsung dijemur di lokasi, dikarungkan, dan disimpan di gudang tanpa perlu diangkut bolak-balik ke permukiman.
“Ini memotong jalur distribusi dan mempermudah kerja petani,” jelasnya.
Selain efisiensi logistik, keberadaan gudang tersebut penting untuk menjaga stabilitas kadar air dan mutu gabah sebelum digiling. Tanpa fasilitas penampungan yang standar, gabah rentan rusak karena hanya ditumpuk di teras rumah warga.
Mukrianto menegaskan, pengembangan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan pembukaan lahan sawah, tetapi harus diimbangi penyediaan sarana pascapanen. Sebagian besar anggaran pembangunan fasilitas ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Usulan penambahan lantai jemur, gudang penampungan, dan cadangan pangan daerah juga telah disuarakan dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan tingkat Provinsi Papua Barat agar mendapat porsi anggaran yang lebih besar.
“Masukan ini sudah kami sampaikan di tingkat provinsi agar kebutuhan sarana pendukung pertanian menjadi perhatian utama dalam perencanaan anggaran mendatang,” pungkasnya. (mel)





















