DPRK Kaimana Usulkan Penambahan Kuota Program ADik dan ADEM 2027

0
Ketua DPRK Kaimana, Robi Daun Samangun (Pakai Baju Putih) dan Wakil Ketua III DPRK Kaimana, Dennis Yusuf Sawi. (foto: Laurens/klikpapua)

KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Kaimana mengusulkan penambahan kuota program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk tahun 2027.

Ketua DPRK Kaimana, Robi Daud Samangun, meminta pemerintah daerah lebih mengutamakan keterwakilan masyarakat adat dalam pelaksanaan seleksi program ADik dan ADEM ke depan.

Menurut Robi, kondisi geografis dan sosial budaya di sejumlah wilayah pedalaman Kaimana perlu menjadi perhatian agar kesempatan pendidikan dapat dirasakan secara merata.

“Saya ingin mengingatkan agar berbagai rekomendasi yang telah disampaikan dalam forum-forum sebelumnya tidak berhenti pada tahap pembahasan semata. Pemerintah daerah harus menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan masyarakat adat Distrik Teluk Etna dan Yamor,” tegasnya.

Robi berharap rencana pemerintah daerah untuk memperjuangkan penambahan kuota dan memperkuat keterwakilan masyarakat adat dalam program afirmasi pendidikan dapat terealisasi pada 2027 mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRK Kaimana, Dennis Yusuf Sawi, menjelaskan bahwa usulan tersebut disampaikan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Pemkab Kaimana dan Solidaritas Peduli Krisis Sumber Daya Manusia di Daerah Etna dan Yamor.

Dennis menilai perlu ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap wilayah yang dikategorikan sebagai daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), agar anak-anak Kaimana bisa mengenyam pendidikan melalui program afirmasi tersebut.

“Program ADik dan ADEM merupakan salah satu instrumen penting pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah 3T. Namun, minimnya kuota yang diterima Pemkab Kaimana menjadi kendala dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan,” ucapnya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, masyarakat adat Etna dan Yamor mengaku kecewa karena pada 2026 tidak ada pemerataan dalam dunia pendidikan bagi anak-anak Distrik Teluk Etna dan Yamor.

“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan guna memperjuangkan penambahan kuota afirmasi pendidikan bagi anak-anak di Kaimana pada tahun 2027 mendatang,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya penambahan kuota, semakin banyak anak-anak asli Kaimana, khususnya dari wilayah Etna dan Yamor, dapat melanjutkan pendidikan melalui program afirmasi tersebut. (lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses