KAIMANA,KLIKPAPUA.com– Komunitas Rerum Novarum Papua (Renorpa) Kaimana mendorong penerapan nilai-nilai kearifan lokal melalui konsep Sasi Modern sebagai salah satu pendekatan dalam menjawab persoalan sampah di Kabupaten Kaimana.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Musyawarah Sasi Modern tentang Sampah yang digelar Renorpa Kaimana berkolaborasi dengan BLUD Abadi Fund dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) di Aula SAN Sembayan, Gereja Katolik Paroki Santa Monika Kaimana, Sabtu (5/9/2026).
Kepala Kampung Trikora, Simeon Modeheru, mengapresiasi langkah Renorpa bersama para mitranya yang dinilai memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat secara langsung.
Menurut Simeon, Musyawarah ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk membahas persoalan sampah sekaligus membangun kesadaran, komitmen, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
“Persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah kampung. Penanganannya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, kelompok masyarakat, pemuda, hingga keluarga,” tegasnya.
Dikatakan, Kampung Trikora merupakan salah satu wajah Kaimana sebelum memasuki Kota, oleh sebab itu kebersihan dan keindahan lingkungan harus menjadi perhatian bersama agar Kampung ini terlihat nyaman, sehat dan membanggakan.
Simeon mengajak seluruh masyarakat Kampung Trikora untuk memberikan sumbangsih tenaga, pikiran, dan kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Dengan semangat gotong royong, kita dapat mewujudkan Kampung Trikora yang nyaman, indah, dan menjadi kebanggaan bersama,” tuturnya.
Ia berharap, Kolaborasi antara Renorpa, pemerintah kampung, masyarakat, komunitas, dan lembaga pendukung dapat memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sehingga gerakan menjaga lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Hadir dalam kesempatan itu, Ketuà Renorpa Kaimana, Octrofianus Nong Onci, Ketua Pelaksana, Derino Mudeheru, Bamuskam, Babinsa, Tokoh Agama dan Ketua-Ketua RT setempat. (lau)





















