Harga Tiket Pesawat dan Bahan Pangan Dorong Inflasi Papua Barat dan Papua Barat Daya

0
Foto tangkap layar: Merry Kepala BPS Papua Barat menyampaikan Kondisi Indeks harga Konsumen Juni 2026 di Kanal YouTube BPS Papua Barat.

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya sama-sama mencatat inflasi pada Juni 2026, baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun tahunan (year on year/yoy).

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Merry melalui siaran langsung kanal resmi BPS Papua Barat, Rabu (1/7/2026).

Merry menyampaikan, Provinsi Papua Barat mencatat inflasi mtm sebesar 1,59 persen dan inflasi yoy sebesar 6,99 persen pada Juni 2026.

Sementara itu, Provinsi Papua Barat Daya mencatat inflasi mtm sebesar 1,71 persen dan inflasi yoy sebesar 5,14 persen pada periode yang sama.

Ia menjelaskan, penyumbang utama inflasi Juni 2026 secara mtm di Provinsi Papua Barat adalah kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,93 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok tersebut adalah angkutan udara dan bensin.

Adapun di Provinsi Papua Barat Daya, penyumbang utama inflasi secara mtm adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,20 persen.

Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah cabai rawit, ikan kembung, dan bawang merah.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi yoy di kedua provinsi.

Di Provinsi Papua Barat, kelompok ini mencatat andil sebesar 2,83 persen dengan komoditas penyumbang utama berupa ikan tuna, beras, dan daging babi.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat Daya, andil kelompok yang sama tercatat sebesar 2,78 persen dengan komoditas penyumbang utama yakni ikan kembung, ikan tuna, dan bawang merah. (dra)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses