Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Barat Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian

0

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Polda Papua Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Mapolda Papua Barat, Rabu (1/7/2026).

Dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” upacara itu dipimpin oleh Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare.

Upacara dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari, Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Papua Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua Barat.

Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta ketua organisasi kemasyarakatan dan paguyuban di Manokwari.

Pasukan upacara terdiri dari gabungan personel Polda Papua Barat, Satuan Brimob, Basarnas, dan anggota Pramuka.

Dalam upacara tersebut, Kapolda Papua Barat membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Presiden menekankan seluruh perjalanan pengabdian Polri harus bermuara pada satu tujuan luhur, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Fokus utama pelayanan Polri saat ini adalah pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. Perwujudan pengabdian ini dapat tercapai apabila Polri mampu mencerminkan kesigapan, ketegasan, dan profesionalisme,” kata Kapolda saat membacakan amanat Presiden.

Presiden juga mengingatkan tantangan dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional, hingga ketidakpastian ekonomi dunia akibat dampak geopolitik seperti konflik bersenjata di Timur Tengah.

Menghadapi hal tersebut, Polri dituntut tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus prediktif dan adaptif.

Selain menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, Polri juga dinilai memiliki peran penting dalam mengawal berbagai agenda strategis nasional.

Di antaranya, pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebanyak 1.179 unit dalam program Makan Bergizi Gratis, optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare yang mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara 1,36 juta ton, serta penegakan hukum di bidang pemberantasan narkoba, penyelundupan, dan judi daring.

“Penyediaan rumah, realisasi 10.905 unit rumah bagi Pegawai Negeri dan masyarakat dari rencana 15.923 unit. Pengamanan investasi, menjaga kondusivitas Proyek Strategis Nasional, kawasan industri hilirisasi, dan ladang energi,” kata Kapolda melanjutkan amanat Presiden.

Presiden Prabowo juga menyebut disahkannya Undang-Undang Polri yang baru sebagai momentum bagi seluruh jajaran kepolisian untuk melakukan pembenahan internal maupun operasional.

Dalam amanatnya, Presiden memberikan lima instruksi yang harus dipedomani seluruh insan Bhayangkara.

Pertama, memperkuat reformasi kelembagaan menuju institusi yang profesional, transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap pengawasan publik.

Kedua, meningkatkan profesionalitas tugas dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi penegakan hukum.

Ketiga, memperkuat kapasitas sumber daya manusia guna menghadapi ancaman keamanan multidimensional di era digital.

Keempat, mendorong fleksibilitas organisasi agar Polri menjadi institusi modern yang berbasis data, prediktif, dan kolaboratif.

Kelima, memperkuat legitimasi institusi melalui budaya integritas, respons cepat terhadap keluhan masyarakat, serta pemanfaatan media untuk memperkuat reputasi.

“Jadikan setiap tugas sebagai ibadah, jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan, dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini. Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju. Dirgahayu Polri,” kata Kapolda menutup pembacaan amanat Presiden. (mel)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses