MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Provinsi Papua Barat menelan total anggaran mencapai Rp65,3 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari kolaborasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat.
Nilai total anggaran ini diungkapkan oleh Ketua Harian Pesparawi Nasional XIV Papua Barat, Jacob Fonataba, saat menyampaikan laporan resmi dalam acara penutupan kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.
“Dari pelaksanaan ini, total keseluruhan anggaran yang kita gunakan adalah sebesar Rp65.300.000.000 (enam puluh lima miliar tiga ratus juta rupiah),” ungkap Jacob di hadapan menteri, penjabat gubernur, dan para tamu undangan.
Jacob menjabarkan secara transparan alokasi dan sumber dana untuk membiayai kegiatan berskala nasional yang diikuti puluhan provinsi di Indonesia ini.
Menurutnya, pembiayaan tersebut disokong oleh dua sumber anggaran utama. Pertama, dana APBN melalui Kementerian Agama RI yang dialokasikan sebesar Rp29.300.000.000 (dua puluh sembilan miliar tiga ratus juta rupiah).
Kedua, dana hibah APBD Provinsi Papua Barat yang dikucurkan secara bertahap dalam tiga tahun anggaran, yakni Rp5.000.000.000 pada 2024 (Tahap I), Rp10.000.000.000 pada 2025 (Tahap II), dan Rp26.000.000.000 pada 2026 atau tahun pelaksanaan (Tahap III).
Meski menelan biaya hingga puluhan miliar rupiah, Jacob menegaskan bahwa anggaran tersebut sebanding dengan dampak ekonomi (multiplier effect) yang dihasilkan bagi masyarakat Papua Barat.
Berdasarkan hasil survei internal panitia, terjadi perputaran transaksi keuangan yang masif selama kegiatan berlangsung.
“Anggaran ini mengalir kembali ke masyarakat. Terjadi perputaran uang dan transaksi keuangan yang menyebabkan pertumbuhan pendapatan signifikan di berbagai sektor,” jelas Jacob.
Beberapa sektor ekonomi lokal yang paling merasakan dampak positif dari kegiatan ini di antaranya industri kreatif dan UMKM, melalui melonjaknya pesanan pakaian seragam bermotif Batik Papua serta produk kerajinan tangan khas lokal.
Di sektor kuliner dan jasa, dampaknya dirasakan kelompok organisasi wanita yang menjadi penyedia katering, toko kelontong, pedagang musiman, hingga petugas parkir.
Sementara di sektor transportasi dan pariwisata, peningkatan omzet dirasakan pemilik kendaraan sewa, pengemudi serta motoris perahu penyeberangan (belang) yang mengangkut kontingen untuk wisata rohani ke Pulau Mansinam.
Besarnya anggaran yang terserap juga dipengaruhi oleh skala kompetisi yang masif. Pesparawi Nasional XIV ini melombakan 12 kategori yang tersebar di empat lokasi utama di Manokwari, dengan total 682 peserta serta 346 ofisial dan dewan juri dari 38 provinsi.
Rangkaian kegiatan ini sebelumnya dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Jacob menambahkan, selain berdampak positif secara ekonomi, tujuan utama dari besarnya pembiayaan ini adalah sebagai sarana kesaksian iman, meningkatkan kreativitas seni budaya umat Kristen, serta memperkokoh pembangunan spiritualitas bangsa. (mel)





















