
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Kesadaran akan pentingnya masa depan anak dan istri menjadi alasan utama yang meluluhkan hati 37 warga eks komponen OPM Kodap IV Sorong Raya untuk kembali ke pangkuan NKRI.
Rasa lelah hidup dalam ketakutan di dalam hutan dan kerinduan akan fasilitas pendidikan serta kesehatan yang layak bagi keluarga, memantapkan langkah mereka untuk mengucap ikrar setia di Makodam XVIII/Kasuari, Kamis (25/6/2026).
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa keputusan besar ini murni lahir dari inisiatif warga itu sendiri setelah menyadari nasib keluarga mereka jika terus bertahan di hutan.
“Inisiasi ini timbul dari dalam diri saudara-saudara kita sendiri. Mereka dilatarbelakangi oleh kesadaran yang mendalam tentang masa depan keluarga yang lebih baik,” ujar Letjen TNI Lucky saat konferensi pers.
Senada dengan Pangkogabwilhan III, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru membeberkan bahwa faktor keluarga adalah kunci utama dari keberhasilan pendekatan persuasif yang dilakukan aparat selama enam bulan terakhir.
Selama bergabung dengan kelompok berseberangan, para anggota turut membawa anak dan istri mereka berpindah-pindah di dalam hutan. Kondisi ini membuat anak-anak mereka kehilangan hak untuk bersekolah dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
“Bagaimanapun juga, saudara-saudara kita ini punya keluarga. Selama berada di hutan, keluarganya juga ikut dibawa. Masalah fasilitas kesehatan dan pendidikan anak-anak mereka tentu menjadi beban pemikiran yang berat,” ungkap Mayjen TNI Christian.
Rasa khawatir terhadap masa depan anak-anak itulah yang akhirnya mendorong mereka menjalin komunikasi dengan Satgas Yonif 410/Alugoro hingga tercapai kesepakatan untuk dijemput di Kampung Meraga, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni.
Merespons alasan mendasar tersebut, TNI, Polri, bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menegaskan komitmennya untuk langsung memberikan pelayanan dasar bagi 37 warga dan keluarganya yang baru kembali.
Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Makodam Kasuari untuk memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan baik, pemerintah daerah akan segera melakukan proses pemasyarakatan dan pemenuhan hak-hak dasar mereka sebagai warga negara.
Melalui momentum ini, aparat keamanan berharap alasan kemanusiaan ini dapat menginspirasi kelompok lain yang masih berada di hutan untuk tidak ragu meletakkan senjata dan kembali hidup normal demi masa depan generasi muda Papua. (mel)




















