MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 berjalan tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun di seluruh tingkatan sekolah.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Parjianti mengungkapkan SPMB tahun ini digelar secara serentak, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menerapkan sistem berjenjang.
“SPMB dilaksanakan serentak tanggal 1 sampai 3 Juli 2026. Sistem penerimaan ini tetap mengacu pada ketentuan kementerian melalui empat jalur, yakni zonasi (domisili), afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua,” kata Parjianti kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Parjianti mengungkapkan bahwa seluruh proses pendaftaran dan layanan penerimaan siswa baru tidak dipungut biaya apa pun, sehingga seluruhnya gratis.
Dinas Pendidikan bahkan telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah untuk memberikan penegasan terkait aturan tersebut, guna memastikan kebijakan ini dipatuhi tanpa pengecualian.
“Jika pada tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan adanya praktik pungutan, hal itu menjadi evaluasi besar kami. Tahun ini terus dibenahi agar tidak ada lagi celah pungutan sekecil apa pun di sekolah,” tegasnya.
Kebijakan ini sejalan dengan komitmen program pendidikan gratis yang digagas Bupati Manokwari.
Selain itu, Pemkab Manokwari tahun ini juga mengalokasikan anggaran untuk pemberian seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik baru di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.
Selain seragam, kebijakan pendidikan gratis ini juga mencakup penghapusan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Parjianti menekankan bahwa pada prinsipnya, tidak boleh ada lagi beban finansial yang ditumpukan kepada orang tua murid.
Untuk menopang operasional sekolah agar tetap berjalan optimal pascapenghapusan berbagai pungutan tersebut, Pemkab Manokwari telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pendampingan anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah.
“Kami sudah siapkan Dana BOS Daerah (BOSDA) sebagai pendamping Dana BOS reguler dari pusat. Jadi, seluruh kebutuhan operasional sekolah akan terpenuhi secara sistematis,” pungkasnya. (mel)





















