BINTUNI,KLIKPAPUA.com– Upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung sederhana namun khidmat di Gelanggang Argosigemerai SP 5, Selasa (9/6/2026).
Dipimpin langsung oleh Bupati Yohanis Manibuy sebagai Inspektur Upacara, kegiatan tetap berjalan lancar meski sempat diguyur hujan deras—semua peserta tetap mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dalam amanatnya, Bupati Yohanis mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai waktu refleksi perjalanan daerah sejak dimekarkan dari Kabupaten Manokwari pada tahun 2003. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh pemekaran, mantan pimpinan daerah, serta seluruh pihak yang telah meletakkan fondasi pembangunan selama ini.
“Usia 23 tahun adalah fase penting untuk memperkuat pondasi dan melangkah lebih maju. Tema tahun ini, Tangguh, Serasi, dan Bersinergi, menjadi semangat kita bersama membangun daerah lewat kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Pendidikan
Pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Pada tahun anggaran 2025–2026, dialokasikan anggaran lebih dari Rp38 miliar untuk bantuan operasional pendidikan mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK, termasuk pendidikan kesetaraan. Selain itu, disediakan Program Beasiswa Pendidikan Prabowo dan Indonesia Emas bagi mahasiswa berprestasi yang menempuh studi di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, terdapat 241 satuan pendidikan yang melayani 21.838 peserta didik di 24 distrik, didukung oleh lebih dari 1.800 tenaga pendidik dan kependidikan.
“Investasi terbaik untuk generasi mendatang ada di bidang pendidikan. Kami terus berupaya memperluas akses dan meningkatkan kualitasnya agar anak-anak Teluk Bintuni dapat bersaing secara nasional,” ujar Bupati.
Kesehatan
Di bidang kesehatan, pemerintah terus memperluas jangkauan layanan melalui 56 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah. Terdapat 42 dokter umum dan 5 dokter gigi yang bertugas di puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah.
Untuk mendukung kinerja tenaga kesehatan, telah dibangun dan direhabilitasi lebih dari 40 unit rumah dinas, dilengkapi sarana air bersih, serta dilakukan perbaikan dan pembangunan fasilitas kesehatan di berbagai distrik.
“Pembangunan bukan hanya soal ekonomi, tapi bagaimana menghadirkan layanan dasar yang berkualitas hingga ke kampung-kampung,” tambahnya.
Sensus Ekonomi
Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perbaikan signifikan: tingkat kemiskinan ekstrem turun menjadi 12,21 persen (berkurang 5,86 poin), pertumbuhan ekonomi naik 1,87 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat 0,53 poin dibanding tahun sebelumnya.
Di akhir amanat, Bupati mengajak seluruh warga mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung 15 Juli–31 Agustus mendatang. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi kesejahteraan bersama.(red)





















