MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerjanya untuk bergerak aktif dan memberikan dukungan penuh demi kelancaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV. Ajang bergengsi ini diagendakan berlangsung di Manokwari pada 18 hingga 28 Juni 2026 mendatang.
Menurut Barnabas, perhelatan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan seni dan budaya gerejawi semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi panggung penting bagi Papua Barat untuk membuktikan kesiapan dan kemampuannya sebagai tuan rumah yang dapat menyelenggarakan kegiatan berskala nasional dengan standar terbaik.
“Seluruh ASN Kementerian Agama Papua Barat wajib mengambil bagian dan berkontribusi nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Target kita jelas: sukses penyelenggaraan, sukses pelayanan, dan juga sukses prestasi. Tujuannya satu, mengharumkan nama baik Papua Barat di kancah nasional,” tegas Barnabas, Senin (8/6/2026).
Ia menekankan, keberhasilan acara ini tidak hanya dinilai dari kelancaran teknis acara, tetapi juga dari capaian gemilang yang dapat diraih para peserta yang akan membawa nama Papua Barat berkompetisi di berbagai kategori lomba.
“PESPARAWI adalah kebanggaan kita bersama. Mari berikan dukungan terbaik agar kontingen Papua Barat mampu meraih prestasi membanggakan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan karakter daerah kita kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Selain fokus pada kesuksesan acara dan prestasi, Barnabas juga menyoroti pentingnya menyelaraskan kegiatan ini dengan program prioritas Kementerian Agama di bidang ekoteologi. Nilai kepedulian terhadap lingkungan akan menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian kegiatan PESPARAWI kali ini.
Salah satu bentuk nyata implementasi nilai tersebut adalah melalui aksi penanaman pohon yang akan melibatkan panitia, peserta, official, ASN, hingga elemen masyarakat luas. Kegiatan ini dimaknai sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam.
“Semangat ekoteologi mengajarkan kita bahwa menjaga dan merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap umat beragama. Melalui penanaman pohon ini, kita ingin meninggalkan warisan positif yang bermanfaat bagi generasi mendatang. PESPARAWI tidak hanya menghadirkan sukacita dan kebersamaan sesama umat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.
Barnabas juga mengajak seluruh jajaran ASN Kemenag untuk menjadi teladan nyata, baik dalam hal menjaga lingkungan maupun memperkuat nilai-nilai persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.
“Jaga lingkungan, jaga persatuan, jaga harmoni, dan jaga nilai-nilai kebaikan. Mari kita bersatu hati menyukseskan PESPARAWI Nasional XIV sebagai wujud pelayanan dan pengabdian tulus bagi bangsa, daerah, dan masyarakat Papua Barat yang kita cintai,” pungkasnya.(rls/red)





















