MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) harus diwujudkan melalui pembangunan menyeluruh bagi masyarakat Papua, baik secara fisik maupun nonfisik.
Hal itu disampaikan Lucky saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua Barat, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, kebangkitan nasional di Papua tidak hanya dimaknai melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui terciptanya rasa aman, damai, dan sejahtera bagi masyarakat.
“Kebangkitan nasional itu bukan hanya pembangunan secara fisik, tetapi juga nonfisik, di mana masyarakat harus aman, damai, dan sejahtera. Ini momentum yang tepat dengan harapan pada Indonesia Emas 2045, Papua Barat menjadi provinsi yang maju dan sejahtera,” kata Lucky.
Ia mengatakan percepatan pembangunan di Papua harus didukung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Selain itu, komunikasi yang inklusif dengan seluruh elemen masyarakat juga perlu terus dibangun untuk mewujudkan Papua yang aman dan damai.
Menurut Lucky, makna kebangkitan nasional sangat relevan dengan harapan masyarakat Papua yang menginginkan kehidupan aman, makmur, dan layak bagi generasi mendatang.
“Kebangkitan nasional di Papua tidak hanya dimaknai sebagai semangat persatuan, tetapi juga kebangkitan kehidupan masyarakat di segala bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, terbukanya lapangan kerja, hingga terjaganya harkat dan martabat masyarakat adat Papua,” ujarnya.
Ia menegaskan hak-hak dasar masyarakat Papua harus terpenuhi dalam seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga wilayah pesisir dan pegunungan.
Bagi TNI, lanjut Lucky, peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Tanah Papua tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyebut prajurit TNI memegang semangat SOBAT (Sinergi, Optimis, Berhasil, Akuntabel, Tepat) dan API (Attitude, Performance, Intelligence) sebagai pedoman dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Semangat ini menjadi ruh bagi setiap prajurit TNI agar lebih mengedepankan pendekatan humanis, pembangunan, dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” katanya.
Lucky menambahkan, implementasi pendekatan tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan sosial yang dilakukan prajurit TNI bersama masyarakat, seperti membangun dan memugar tempat ibadah, sekolah, jembatan, rumah warga, serta fasilitas umum di pedalaman Papua.
Selain pembangunan fisik, prajurit TNI juga terlibat dalam pelayanan sosial, seperti mengajar anak-anak, membantu layanan kesehatan, memberikan pengobatan gratis, hingga mendampingi masyarakat di kampung-kampung pedalaman.
“Bahkan ada prajurit yang menjadi tukang cukur rambut, menjadi sahabat bermain anak-anak, dan menjadi tempat curhat masyarakat di desa-desa pedalaman Papua. Inilah wajah kebangkitan nasional di Papua yang hadir lewat kepedulian, gotong royong, persaudaraan, dan kerja kemanusiaan,” ujarnya.
Lucky optimistis, apabila hak dasar masyarakat Papua di bidang kesehatan, pendidikan, keamanan, dan kesejahteraan terpenuhi, maka semangat kebangkitan nasional akan semakin kuat di Bumi Cenderawasih sebagai simbol harapan baru bagi masa depan Papua dan Indonesia. (mel)





















