MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Anggota Komisi IX DPR RI, Obet A. Rumbruren, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah strategis nasional yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan unggul. Namun di sisi lain, pengawasan ketat dan integritas pengelola menjadi syarat utama agar manfaat program ini benar-benar dirasakan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Pernyataan ini disampaikan Obet saat memimpin kegiatan sosialisasi Program MBG bersama para mitra kerja di wilayah Anday, Distrik Manokwari Selatan, Jumat (8/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan visi besar program ini sebagai upaya pemerintah memutus rantai masalah gizi buruk dan stunting, sekaligus membangun kualitas SDM masa depan.
“Program ini sangat baik dan mulia tujuannya, oleh karena itu wajib didukung penuh oleh semua pihak. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencegah anak-anak kita mengalami kekurangan gizi yang bisa menghambat pertumbuhan mereka. Namun satu hal yang tak boleh dilupakan, pengawasan harus diperketat. Kami tidak ingin ada oknum yang memanfaatkan program kemanusiaan ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Obet.
Lebih jauh, politisi asal Papua Barat ini juga menyoroti kualitas pengelolaan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, pihak yang dipercaya mengelola program ini haruslah sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi, bertanggung jawab, dan memegang teguh amanah, bukan sekadar berorientasi pada keuntungan materi semata.
“Pengelola di lapangan harus punya hati dan tanggung jawab besar. Mereka bukan pelaku usaha biasa, tapi pelayan publik. Standar gizi yang tepat serta keamanan pangan wajib dijaga ketat. Makanan yang disajikan harus sehat, higienis, dan memenuhi standar, agar yang kita berikan benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan penerimanya,” tambahnya.
Sebagai program strategis nasional, MBG ditargetkan menjadi solusi jangka panjang untuk memutus mata rantai stunting dan melahirkan generasi muda yang cerdas, sehat, serta produktif. Sasaran program ini sangat luas, mencakup anak-anak usia pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA, santri di pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang sangat membutuhkan asupan gizi seimbang.
Obet juga menegaskan peran vital DPR RI, khususnya Komisi IX, dalam memastikan keberhasilan program ini. Mulai dari tahap persetujuan alokasi anggaran, pemberian rekomendasi kebijakan, hingga turun langsung melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan di daerah-daerah, termasuk di Manokwari ini.
“Kehadiran kami di sini bagian dari fungsi pengawasan sekaligus sosialisasi. Kami ingin memastikan program besar pemerintah ini berjalan mulus, tepat sasaran, dan membawa dampak nyata. Ini bagian dari dukungan kita terhadap visi pembangunan nasional, di mana peningkatan kualitas gizi adalah kunci utama penguatan sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Obet Rumbruren.(rls/mel)





















