RANSIKI,KLIKPAPUA.com– Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Bernard Mandacan, menyoroti keras rendahnya tingkat kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam apel gabungan yang digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mansel, Senin (11/5/2026). Dalam arahannya, ia meminta seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih tegas dan aktif mengingatkan serta mendisiplinkan para bawahannya agar selalu hadir dalam setiap kegiatan resmi pemerintahan.
Bernard mengaku kecewa saat melihat kehadiran peserta apel belum mencapai angka ideal. Ia mempertanyakan peran para pimpinan SKPD, apakah belum memberikan arahan yang jelas atau justru abai terhadap kewajiban kedisiplinan para pegawainya.
“Saya melihat masih ada sebagian ASN yang belum hadir. Di mana yang lain? Apakah pimpinan OPD belum mengarahkan mereka? Kalau kondisinya begini, bagaimana mungkin anak-anak muda lain mau berjuang menjadi ASN, sementara kita yang sudah duduk di kursi ini kerjanya seperti ini? Uang rakyat yang kita terima sebagai gaji nilainya besar, terlalu tinggi, tapi kenyataannya kita tidak mampu membangun daerah ini karena kurangnya semangat dan kehadiran,” tegas Bernard di hadapan seluruh peserta apel.
Bupati tak segan mengungkapkan kekesalannya atas perilaku sebagian ASN yang dinilai berubah sikap setelah diangkat menjadi pegawai. Ia mengingat masa-masa seleksi, di mana para pelamar berjuang mati-matian hingga ‘ribut di palang pintu dan palang jalan’ demi mendapatkan posisi tersebut. Namun setelah diterima, semangat itu hilang, bahkan ada yang terlihat bermalas-malasan.
“Dulu sebelum jadi pegawai, kalian berjuang habis-habisan. Begitu sudah jadi pegawai negeri, malas hadir, bahkan ada yang ketahuan tidur di parit atau jalan-jalan tidak jelas. Apa yang sebenarnya kalian cari? Menjadi ASN itu harus disyukuri, dan kewajiban utamanya jelas: harus hadir dan bekerja di kantor,” ujarnya dengan nada tinggi.
Bernard sempat memberi peringatan keras dengan menyebut opsi penahanan gaji jika kedisiplinan tidak diperbaiki. Menurutnya, jika gaji ditahan di atas tanggal 10 setiap bulannya, pasti akan ada protes dan keributan, namun anehnya kewajiban melayani masyarakat justru sering diabaikan.
“Seandainya saya tahan pencairan gaji di atas tanggal 10, pasti kalian akan ribut dan datang berdesak-desakan. Padahal kewajiban utama kalian bekerja dan hadir di tempat tugas justru tidak dijalankan dengan benar. Itu ketidakadilan bagi rakyat yang membiayai kita semua,” tandasnya.
Di penghujung arahan, Bernard kembali mengajak seluruh elemen ASN untuk berbenah. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah sangat bergantung pada kehadiran, kekompakan, dan rasa kebersamaan seluruh aparatur. Manokwari Selatan hanya akan maju jika para pegawainya siap bekerja sungguh-sungguh.
“Mari kita sama-sama hadir dan bekerja untuk membangun negeri ini. Dengan kehadiran, kekompakan, dan kebersamaan kita, kita bisa mewujudkan Mansel yang lebih baik. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita siap, kita mampu, dan kita berkomitmen membangun daerah ini dengan sepenuh hati,” ajaknya.
Ia kembali menegaskan peran kunci para pimpinan. “Saya harap sekali lagi, para pimpinan OPD tolong berikan arahan tegas kepada setiap bawahan di lingkungan SKPD masing-masing. Wajib hadir mengikuti apel, wajib mendengarkan arahan, dan wajib menjalankan kinerja terbaik dari kantor masing-masing,” pungkas Bupati Bernard Mandacan.(aco/red)

















