BINTUNI,KLIKPAPUA.com– Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Joko Lingara, mengantar empat kepala distrik wilayah administratif Sebyar Raya ke tempat tugas masing-masing, Senin (2/3/2026).
Empat kepala distrik tersebut yakni Agustinus Ronaldo Hindom (Kepala Distrik Weriagar), Marlon Louis Obaja Mariawassy (Kepala Distrik Tomu), Aziz Rumatan (Kepala Distrik Aranday), dan Adam Nabi (Kepala Distrik Kamundan).
Wabup Lingara menjelaskan, para kepala distrik tersebut sejatinya telah melaksanakan tugas sejak dilantik dan melakukan serah terima jabatan pada 26 Januari 2026.
Namun, pengantaran secara kolektif dilakukan sebagai bagian dari tradisi yang telah lama berlangsung di masyarakat.
“Secara administrasi mereka sudah bertugas. Tetapi ini sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap pejabat, baik kepala distrik maupun kepala kampung, diantar terlebih dahulu agar masyarakat bisa menerima secara adat,” ujar Wabup Lingara.
Kegiatan pengantaran dipusatkan di Kantor Distrik Tomu. Turut hadir dalam rombongan, antara lain Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretaris BKPP, Sekretaris DPRD, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Teluk Bintuni.
Selain pengantaran pejabat, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Safari Ramadan 1447 Hijriah.
Wabup Lingara mengatakan, keterbatasan waktu membuat pengantaran tidak dapat dilakukan satu per satu ke masing-masing distrik. Karena itu, prosesi dilaksanakan secara terpusat.
Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar para kepala distrik dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah dan akan menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Jadikan setiap kritik sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan membangun daerah ini lebih baik. Lakukan introspeksi jika ada masukan dari masyarakat,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya para kepala distrik dan kepala kampung untuk lebih banyak berada di wilayah tugas masing-masing, baik di daerah pesisir maupun pegunungan. Dengan demikian, mereka dapat memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau lebih banyak tinggal di kota, bagaimana bisa mengetahui kebutuhan wilayah dan cara membangunnya,” tegasnya. (red)





















