Pemkab Puncak Biayai 1.669 Siswa dan Mahasiswa Melalui Program Puncak Cerdas

0
Bupati Puncak Elvis Tabuni pada rapat kerja bupati se Papua Tengah di Nabire, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Ali Nur Ichsan.
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, telah membiayai 1.669 siswa dan mahasiswa melalui Program Puncak Cerdas selama 2025–2026 sebagai salah satu upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah pegunungan Papua Tengah.
Bupati Puncak Elvis Tabuni pada rapat kerja bupati se Papua Tengah di Nabire, Kamis, mengatakan program beasiswa dan bantuan pendidikan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah yayasan pendidikan.
“Kami rancang Program Puncak Cerdas sampai 2030. Namun dalam dua tahun ini saja sudah sudah 1.669 siswa dan mahasiswa yang kita berikan bantuan pendidikan,” kata Elvis.
Ia mengatakan, salah satu mitra pemerintah daerah adalah Yayasan Binterbusri di Semarang. Pada 2025, Pemkab Puncak mengirim 125 siswa melalui program tersebut. Jumlah siswa dan calon mahasiswa yang dikirim meningkat menjadi 316 orang pada 2026.
Selain itu, Pemkab Puncak bekerja sama dengan Yayasan Maga Edukasi di Jayapura. Melalui kerja sama tersebut, sejumlah pelajar mendapat kesempatan belajar di luar negeri seperti Rusia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.
Pemberian bantuan merupakan salah satu upaya Pemkab untuk peningkatan SDM bagi warga di Puncak.
Meskipun upaya tersebut harus mendapatkan tantangan berupa kondusifitas keamanan, pembangunan fasilitas pendidikan juga menghadapi risiko karena sejumlah bangunan sekolah yang telah dibangun mengalami pembakaran.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus kembali menganggarkan pembangunan, sementara penggunaan anggaran juga harus dipertanggungjawabkan dalam pemeriksaan.
Persoalan lainnya adalah gangguan keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Elvis menyebut masyarakat baru melaporkan adanya konflik di Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, sekitar empat hari sebelum rapat koordinasi tersebut.
Ia menjelaskan, gangguan keamanan berdampak langsung terhadap pelaksanaan pembangunan. Pekerjaan peningkatan jalan, seperti ruas Ilaga-Sinak, membutuhkan koordinasi dengan aparat TNI dan Polri agar dapat dilaksanakan.
Elvis mencontohkan perkembangan rencana pembangunan kembali Kantor Bupati Puncak setelah dibakar massa pada 11 Agustus 2026.
Ia memastikan aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan meskipun kegiatan pemerintahan belum sepenuhnya berlangsung di kantor bupati.(ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses