Pemkab Nabire Tingkatkan Produktivitas Kelompok Tani OAP

0
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah meningkatkan produktivitas kelompok tani Orang Asli Papua (OAP) melalui penyaluran bantuan sarana prasarana dan pengembangan kapasitas kelembagaan petani.
Kepala Dinas Pertanian Nabire Yasor Viktor Sawo di Nabire, Kamis, mengatakan, tahun ini 11 kelompok tani OAP diberi pembinaan dan bantuan guna meningkatkan pembangunan sektor pertanian.
“Pembangunan pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pengembangan kapasitas petani dan kelembagaan kelompok tani. Dua faktor ini sangat mendukung keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan pertanian,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya telah melaksanakan bimbingan teknis pengembangan kapasitas kelembagaan kelompok tani yang melibatkan petani padi gogo dan bawang merah dari sejumlah wilayah, antara lain Topo, Legari, Wanggar, dan Nabire.
Padi gogo dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi lahan di Kabupaten Nabire. Sementara bawang merah menjadi salah satu komoditas yang perlu dikembangkan karena selama ini pasokannya masih didatangkan dari luar daerah, antara lain Surabaya dan Makassar.
Ia mengatakan, pengembangan bawang merah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan dari luar sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Nabire.
Adapun bantuan untuk 11 kelompok tani OAP meliputi cultivator, power thresher, hand sprayer, gergaji mesin, mesin babat, pupuk urea dan NPK, insektisida, herbisida, serta benih jagung, cabai, sawi, tomat, kangkung, semangka, dan kacang panjang.
Bantuan tersebut berasal dari kegiatan empat bidang di Dinas Pertanian, yakni Bidang Penyuluhan, Sarana dan Prasarana, Hortikultura, serta Tanaman Pangan. Selain penyerahan bantuan, para petani juga diberi pelatihan pengolahan hasil pertanian.
Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari meminta agar penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian disertai pelatihan penggunaan serta perawatan.
Menurutnya, bantuan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila penerima tidak memahami cara mengoperasikan dan merawat peralatan tersebut.
“Percuma diberikan kalau tidak diberikan pelatihan. Nanti kita bilang, kita sudah terima tetapi tidak bisa pakai, akhirnya taruh di rumah,” ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan produktivitas pertanian perlu didukung sejumlah langkah, seperti pengolahan lahan, penggunaan pupuk berimbang, benih unggul, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Pembangunan jaringan irigasi yang baik juga diperlukan untuk menunjang kegiatan pertanian.
Ia menyebut rata-rata produksi padi di Kabupaten Nabire sebesar 2.042 ton per hektare dan jagung 1.977 ton per hektare.
Pemerintah daerah, menurutnya, perlu melakukan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Ia juga meminta Dinas Pertanian bersinergi dengan perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan.
“Koordinasi tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga komoditas di Kabupaten Nabire,” ujarnya.(ANTARA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses