Ketua KPU Teluk Bintuni Ajak Perempuan Asli Papua Ikut Caleg,Isi Kuota 30 Persen

0

BINTUNI,KLIKPAPUA.com- Ketua KPU Teluk Bintuni Hery Arius Salamahu mengajak seluruh perempuan Asli Papua di Teluk Bintuni, agar tidak membiarkan kuota 30 persen keterwakilan perempuan di DPRD Teluk Bintuni tidak terisi.

“30 persen keterwakilan perempuan jangan dibiarkan hanya untuk orang lain tapi kita harus mempersiapkan diri, kita juga bisa,” kata Herry ketika memberikan materi pada sosialisasi peningkatan kapasitas perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi yang di selenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Rabu (14/12/2022) di Gedung WCC Kali Kodok.

Hery mengungkapkan, berdasarkan pengalaman pileg lalu keterwakilan perempuan Asli Papua di DPRD belum memenuhi kuota 30 persen sehingga pada pileg 2024 mendatang, diharapkan antusias untuk mendaftar dalam politik lebih banyak dan kuota bisa terpenuhi.

Sementara itu Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik, Markus Marlena Iba mengatakan bagi perempuan asli Papua yang hendak mendaftarkan diri menjadi anggota DPRD agar sejak dini aktif dalam organisasi perempuan, untuk terus dekat dengan masyarakat dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial.

“Mari jadikan organisasi pemerintah maupun non pemerintah sebagai peluang, bagaimana kita bisa masuk ke sana siapa yang kita utus yang memiliki komitmen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat,” ujar Markus.

Dalam kesempatan tersebut Hery juga menginformasikan terkait jumlah kursi DPRD Teluk Bintuni yang berjumlah 20 kursi dari 3 Daerah Pemilihan (Dapil) di pemilu 2024 mendatang.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DP3AKB Mina Mince Iek SIP mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilakukan, untuk melibatkan perempuan asli Papua agar aktif di dunia politik sehingga ketika pemilu mereka bisa di pilih menjadi anggota dewan.

Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah perempuan yang aktif di partai politik, organisasi politik, forum perempuan Papua dan organisasi perempuan non pemerintah lainya dari Distrik Bintuni dan Manimeri.

“Kami mendorong, mengajak perempuan Papua supaya mereka punya semangat yang tinggi, karena kadang perempuan minder, sehingga kami harap melalui kegiatan mereka mempunyai tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk sama dengan laki-laki,” katanya.

Selama ini diakui minimnya jumlah keterwakilan perempuan Papua di Teluk Bintuni tinggi karena selain kultur budaya juga dipengaruhi tingginya terjadinya praktek money politik.

Selain Kesbangpol dan KPU, peserta juga akan diberikan materi dari Organisasi Perempuan Manokwari dan Pusat Studi Perempuan Wanita UGM dan Pakar Gender Provinsi Papua Barat.(dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.