BPOM: Jajanan Takjil di Bintuni Aman dari Bahan Berbahaya

0
198
BINTUNI,KLIKPAPUA.com–Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari Rabu (28/4/2021) melakukan uji sampel jajanan takjil berbuka puasa yang dijual di sepanjang jalan protokoler, dan pasar sentral kota Bintuni. Pengujian dilakukan di hotel Alkahfi kota Bintuni terhadap 137 sampel Jajanan seperti bakso, batagor, es buah, es pisang hijau, dan macam-macam gorengan.
Kepala Balai POM Manokwari Herianto Baan mengatakan, dari 137 sampel takjil yang diambil pada pedagang disepanjang jalan kota dan pasar sentral Bintuni semuanya dinyatakan negatif, atau tidak mengandung bahan berbahaya seperti Borax, Formalin, Rhodamin (zat pewarna merah berbahaya), metanil Yellow (Zat pewarna kuning berbahaya).
“Dalam melaksanakan intensifikasi pangan selama bulan Ramadhan, kita lakukan salah satunya adalah menguji sampel jajanan takjil, tujuannya adalah untuk menjamin produk takjil yang dijual masyarakat bebas dari bahan berbahaya, jangan sampai ada produk berbahaya yang dijual dan membahayakan masyarakat” kata Herianto.
Meskipun hasil uji sampel negatif, namun kata Herianto hal ini bukan berarti menjamin keamanan dari jajanan takjil tersebut, karena masih ada kemungkinan mikroba yang menempel ketika proses pengolahan dan menjajakan di tempat terbuka.
Oleh karena itu, Herianto menghimbau kepada pedagang takjil agar mengutamakan kebersihan makanan yang dijual, serta tidak menggunakan bungkus plastik berwarna melainkan hanya plastik yang berwarna putih. Hal ini karena plastik berwarna merupakan produk daur ulang yang bisa saja di buat dari daur ulang sampah.
“Kita imbau kepada pelaku usaha, bukan hanya bahan berbahaya yang dilarang tapi juga kandungan mikroba, yang mungkin bisa terkontaminasi karena proses produksinya, yang tidak bersih atau saat menjajakan tidak di tutup, selain itu juga proses pembungkusan jangan menggunakan plastik berwarna karena itu produk daur ulang” pungkasnya.
Kegiatan pengumpulan dan uji sampel takjil ini sudah dilaksanakan selama dua hari yang diambil dari kurang lebih 20an pedagang takjil dadakan yang hanya berjualan ketika bulan Ramadhan. Selain di Kabupaten Teluk Bintuni BPOM Manokwari juga melakukan uji sampel di beberapa kabupaten seperti Kaimana dan Manokwari Selatan, dan semuanya juga memperoleh hasil negatif. (at)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.