KLIKPAPUA.COM,BINTUNI — 38 calon Jamaah Haji asal Kabupaten Teluk Bintuni mendapat Bimbingan Teknis (Bimtek) Manasik.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Teluk Bintuni, Petrus Ksihiw diselenggarakan di aula Kantor Kementerian Agama Teluk Bintuni, Tisay, Bintuni Timur, Rabu (3/7/2019).
Dalam sambutannya Bupati Petrus Kasihiw mengatakan, untuk mengawali ibadah haji nanti, maka semua calon jamaah wajib mengikuti sebuah rangkaian kegiatan yakni Manasik Haji.
“Untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci membutuhkan waktu dan uang, sehingga saudara- saudaraku yang terpilih ini harus bersyukur dan saya berdoa agar selamat sampai tujuan dan kembali ke Bintuni juga tanpa kekurangan apapun,” kata bupati.
Orang nomor satu di kabupaten penghasil gas, mengingatkan Manasik Haji yang digelar jangan diangap biasa -biasa saja. Semua calon jamaah harus mengikuti dengan sebaik- baiknya sesuai apa yang akan diajarkan, yakni bagaimana tata cara saat menunaikan ibadah haji di tanah suci nantinya.
“Kadang -kadang ada yang mengangap remeh kegiatan seperti ini, sehingga setelah di sana (tanah suci) jadi bingung,” pesannya.
Untuk itu, sekali lagi Kasihiw menekankan agar ikuti kegiatan ini dengan baik, karena selain mengikuti ibadah atau rukun Islam ke 5, jamaah juga membawah nama baik bangsa dan Kabupaten Teluk Bintuni.
Bupati juga merasa bersyukur karena calon jamaah haji tahun ini, ada saudara -saudara  Orang Asli Papua (OAP) yang bisa berangkat ke tanah suci.
“Karena di saat saya melepas jamaah haji, saya tidak merasa bahagia kalau tidak ada OAP di dalamnya, karena saudara- saudara kita ini juga ingin menunaikan rukun Islam ke-5 dan melihat tanah suci,” tandasnya.
“Namun sesuai penyampaian kepala kantor agama kepada saya bahwa, ada tiga calon hemaah haji asal Papua yang juga akan ikut di dalam rombongan ini. Sehingga saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan. Karena masyarakat selalu datang menyampaikan keluhan bahwa kenapa setiap ada rombongan calon jamaah haji, orang asli Papua tidak ada? Namun saya sampaikan bahwa, kita ada uang untuk memberangkatkan, namun yang menentukan siapa siapa berangkat itu dari pusat,” pungkasnya. (at)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.