Sebagian Nelayan Ransiki Berhenti Melaut, Ini Penyebabnya

0
Perahu nelayan Ransiki yang tidak melaut karena terjadi pendangkalan di muara. (Foto: Andi/klikpapua)
MANSEL,KLIKPAPUA.COM – Muara tempat berlabuh nelayan di Pantai Raipawi, Kampung Abreso,Distrik Ransiki mengalami pendangkalan karena tertimbun pasir kerikil yang di bawah gelombang laut.
Dari hasil pantauan di lapangan, Senin  (9/3/2020), di depan muara tempat berlabuh nelayan di Ransiki telah tertutup pasir kerikil yang di bawah gelombang, dampak dari pendangkalan di depan muara itu, sehingga beberapa perahu nelayan di Ransiki terpaksa di parkir di dalam muara karena tidak ada jalan keluar.
Mathen Kerewai, salah satu nelayan di Abreso  saat ditemui di kediamannya menuturkan, dirinya sudah beristirahat berlayar selama satu bulan, sebab perahu miliknya terparkir di dalam muara, sedangkan di depan muara mengalami pendangkalan, sehingga perahu miliknya tidak bisa keluar.
Berkaitan dengan permasalahan itu, nelayan setiap mau melaut harus keruk pasir baru bisa keluar dan itu sudah sering dilakukan. “Bahkan sudah bikin malas karena setiap saat harus keruk, sebab setiap gelombang tinggi pasti tertutup oleh pasir kerikil,” tuturnya.
“Sebenarnya, kami mau paksa tarik perahu keluar tetapi takut rusak soalnya  yang kita punya ini fiber, itu saja sudah ada perahu dari teman-teman nelayan yang rusak karena paksa kasih keluar dan terjadi pengikisan di bagian bawah perahu, kalau seandainya di depan muara lumpur mungkin kita masih bisa paksa tetapi ini batu kerikil,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menghidupi kebutuhan keluarga Mathen Kerewai terpaksa harus kerja sampingan. “Saya panen kelapa di samping rumah untuk di jual di pasar,” ucapnya.
Dia berharap kepada dinas terkait dapat memperhatikan masalah tersebut. Ia menyarankan dibuatkan talut atau memasang batu tahu, sehingga nelayan tidak kesulitan saat ingin parkir perahu dan kasih keluar perahu di muara.(eap/bm)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.