Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.COM– Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf menyampaikan pihaknya akan menguatkan Sumber Daya Manusia (SDM) hasil kerja untuk menduduki jabatan-jabatan strategis di kejaksaan baik Papua Barat maupun di Papua. “Prioritas itu tentunya kita siapkan kader-kader yang terbaik,” tutur Yusuf usai kegiatan kunjungan kerja di Kantor DAP wilayah III Doberay di Sanggeng, Senin (13/7/2020).
Untuk menyiapkan kader-kader terbaik, kata Yusuf, secara dini akan dimasukkan ke dalam sekolah-sekolah pendidikan berjenjangan, dengan dilakukan in house training, dilakukan discuss and round table dan dilakukan seminar-seminar, workshops. “Supaya ketika dia duduk dia akan mampu dan dia bisa menjaga adat istiadatnya,” jelas Kejati.
Menurut Yusuf, semua itu dilakukan agar saat nanti mereka yang duduk tidak lupa adat istiadatnya. “Nah itu tentu ada waktu, kita akan mintakan ke pimpinan untuk dilakukan percepatan, misalnya dalam rekrutmen, kita tidak mau orang Papua Barat gridnya disamakan dengan orang perguruan tinggi seperti di Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, kita minta grid mereka disetarakan, sehingga orang kita tidak ketinggalan terus, itu sudah kita perjuangkan,” ungkap Yusuf.
“Seperti contohnya grid mereka 3,7, maka kalau bisa kita 2,7 dong, karena kita baru memulai nanti. Untuk strategi saya akan kembangkan Kejaksaan Negeri dari 5 di wilayah Papua Barat ini sama dengan wilayah provinsi yaitu 12 kabupaten dan 1 Kota, kita setarakan nanti supaya bisa melayani masyarakat dengan berbagai karakter,” jelasnya.
Ditambahkan Yusuf saat ini ada satu Kejaksaan Negeri di 6 kabupaten 1 kota, 1 Kejaksaan Negeri Manokwari membawahi wilayah pemerintahan daerah. “4 kabupaten ini sangat menyulitkan kalau kita tidak menyatukan diri dengan Ketua Adat dan peradilan adat, kita akan timbang pembangunannya, terutama pembangunan hukum, menjaga pembangunan nasional dan hasil seleksi nasional masuk kampung, makanya kita juga mengawal dana untuk kesejahteraan desa dan kesejahteraa masyarakat Papua,” pungkasnya.(aa/bm)