Tingkatkan Pemahaman, TEKAD Kaimana Latih 12 Fasilitator Baru 

0
Pelatihan Fasilitator Baru Program TEKAD Kaimana, Senin (25/3/3024). (Foto: Laurens/klikpapua)

KAIMANA,KLIKPAPUA.com- Dalam rangka memberikan penguatan serta kemampuan, Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) menggelar pelatihan bagi fasilitator baru tahun anggaran 2024, pada Senin (25/3/2024) di salah satu hotel Kaimana.

Koordinator Tekad Kabupaten Kaimana, Sunaryo menjelaskan kegiatan ini merupakan program TEKAD yang ditujukan bagi fasilitator baru, khususnya lokus tahapan dua, pelatihnya langsung dari Kementerian Desa Dirjen PEI dan Balai Pelatihan Makasar.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan penguatan serta pemahaman kepada Fasilitator Tekad yang baru direkrut sebanyak 12 orang, sesuai Surat Perintah Tugas (SPT), setelah pelatihan ini Fasilitator TEKAD akan ditugaskan ke kampung-kampung,” ujarnya.

Ia berharap agar setiap peserta, dapat mengikuti pelatihan secara baik, agar dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat di kampung karena lokusnya lebih terarah kepada rumah tangga.

Menurutnya, Program TEKAD untuk Kabupaten Kaimana, difokuskan pada 4 Distrik yakni, Distrik Kaimana Kota, Distrik Arguni Bawah, Distrik Kambrauw dan Distrik Buruway. Dengan adanya program TEKAD ini, dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terutama di kampung-kampung lokus tertinggal dengan cakupan sektor pertanian, perikanan, Usaha Kecil Menengah (UKM).

Terpisah itu, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Kampung TEKAD, Marlon Sianressy menegaskan, Program TEKAD masuk di wilayah Indonesia bagian timur berdasarkan hasil survey dari masing-masing perguruan tinggi di daerah asal sehingga adanya kerja sama antara Kementerian Desa dengan Ivat untuk melakukan pengembangan ekonomi ditingkat Kampung.

“Jadi 12 Fasilitator yang mengikuti pelatihan ini, kita bina, kita bentuk untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui tahapan perencanaan partisipatif di Kampung,” tegasnya.

Fasilitator tersebut akan diturunkan ke kampung-kampung melalui sejumlah tahapan yakni, muskam, sosialisasi dan pembentukan kelompok, yang dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi kampung.

“Lokus kami, pada tahap pertama di 15 Kampung pada 4 Distrik, yang telah kami bina sejak 2021, Produk yang kami kembangkan adalah produk unggulan, seperti Abon ikan di Kampung Namatota, produk minyak kelapa di Kampung Adijaya dan Wamesa dan budidaya taripang di Kampung Mai-Mai, “jelasnya.

Ditambahkan, dengan adanya program TEKAD, masyarakat bisa melakukan pengembangan ekonomi di tingkat kampung secara mandiri dan berkesinambungan. (lau)


Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.