Sekda Nataniel: CPNS Harus Masuk Kantor, Covid-19 Jangan Jadi Alasan

0
Apel di lapangan kantor Gubernur Provinsi Papua Barat di Arfai, Senin (21/2/2022). (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— CPNS yang baru saja menyelesaikan Latsar harus masuk  kantor dan bekerja, Covid-19 bukan alasan untuk tidak masuk kerja. Berawal dari honorer, CPNS dan sebentar lagi menjadi PNS, berarti harus kerja dengan aturan.
Hal ini disampaikan Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan saat memimpin apel di lapangan apel kantor Gubernur Provinsi Papua Barat di Arfai, Senin (21/2/2022).
Nataniel Mandacan  mengimbau kepada seluruh CPNS yang baru saja menyelesaikan masa latsar untuk lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan, untuk melatih dan membentuk mereka untuk menjadi seorang pegawai yang bisa diandalkan.
“Harus menjadi PNS yang bisa diandalkan dalam lingkup OPD masing-masing, menginggat pemerintahan ini ada di pundak-pundak saudara-saudara sekalian, sehingga para CPNS yang sebentar lagi menjadi PNS bisa lebih aktif dalam untuk masuk kantor,” imbuhnya.
Kata Nataniel, sebentar lagi banyak PNS yang memasuki masa pensiun, termasuk dirinya, sehingga diharapkan pegawai-pegawai muda ini nantinya bisa lebih aktif dalam bekerja. “Jangan situasi Pandemi Covid-19  saat ini menjadi alasan untuk tidak masuk kantor, sedangkan penerapan protokol kesehatan saja tidak dijalankan dengan memakai masker dan lain-lain,” ungkapnya.
Sekali lagi dengan tegas Sekda sampaikan kepada seluruh CPNS yang telah menyelesaikan latsal untuk bisa bertanggung jawab pada pekerjaannya. Harus aktif untuk semua kegiatan yang dilaksanakan masing-masing OPD maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Pantauan klikpapua.com apel pagi yang digelar di lapangan upacara kantor Gubernur Papua Barat terlihat CPNS yang baru selesai mengikuti latsar sebanyak 700 lebih orang, yang hadir dalam apel tersebut bisa dihitung dengan jari. (aa)

SPACE
SPACE
SPACE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.