Sebelum Berpisah, Mayjen TNI Cantiasa Sampaikan Capaian Kerja Selama di Kodam Kasuari

0
88
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan keberhasilan capaian kerja selama bertugas di Papua Barat. (Foto: Elyas/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com— Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, sebelum meninggalkan Kodam XVIII/Kasuari menyampaikan keberhasilan capaian kerja selama bertugas di Papua Barat. Capaian kerja tersebut disampaikan kepada awak media usai melakukan acara coffee morning bersama insan pers, Jumat (28/1/2022) di Officer’s Mess Kasuari.
Beberapa capaian kerja yang diungkap Pandam XVIII/Kasuari itu pertama, berhasil mengamankan 15 pucuk senjata api dari warga sipil. Senjata api itu diperoleh dari operasi intelijen dan operasi terotorial prajurit Kodam XVIII/Kasuari ia bertugas di Kodam XVIII/Kasuari.
“Pada operasi intelejen maupun operasi teritorial, dalam pembinaan teritorial, pembinaan masyarakat ternyata di masyarakat ini banyak sekali senjata-senjata maupun amunisi yang sebenarnya bukan hak dari para masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat mau menyerahkan senjata-senjata tersebut,” ujar Cantiasa
Cantiasa mengungkapkan, keberhasilan tersebut merupakan salah satu bentuk indikator para prajurit saat bekerja di lapangan. Perwira TNI kelahiran 26 Juni 1967 ini menyebut, jumlah pucuk senjata yang didapatkan prajurit Kodam XVIII/Kasuari selama kepemimpinannya sebanyak 15 pucuk dengan berbagai jenis.
“Ada 15 pucuk, dengan jenis pucuk ada 6 pucuk moser, 1 pucuk E16 AR buatan amerika, 1 pucuk SAVZ scorpion, 1 pucuk laras panjang rakitan, 4 pucuk pistol revolver masih dalam kondisi baru, 1 pucuk pistol bekel makarov, dan amunisi berkaliber 9 mili, dan 5,6 mili ada 403 butir,” sebutnya
Capaian kedua, penangkapan DPO pasca insiden Kisor di Maybrat, TNI Kodam bersama Polda Papua Barat melakukan langkah cepat melakukan penangkapan terhadap pelaku. “Ada beberapa DPO yang ditangkap, ada 7 orang yang tertangkap, 1 orang sudah masuk vonis hukuman 8 tahun penjara di pengadilan makasar dan 6 orang P21,” kata pria lulusan terbaik Akmil 1990.
Pangdam mengimbau kepada pelaku yang masih berkeliaran untuk segera menyeragkan diri, menghadap aparat keamanan dan bertanggungjawab atas perbuatan yang dilakukan.
Kemudian, terkait pengungsian masyarakat di kabupaten Maybrat, pasca insiden Kisor banyak masyarakat mengungsi, upaya Kodam Kasuari untuk mengembalikan masyarakat dari pengungsian, setelah mendapatkan jaminan keamanan telah berhasil melakukan tiga kali pengembalian pengungsi ke rumah masing-masing. “Tahap pertama ada 70 orang, tahap berikutnya ada 250 orang setelah dilakukan kegiatan trauma heling, sekolah buka, warung-warung buka, aktivitas pemerintahan mulai normal,” bebernya
Terakhir, lanjut dia, saat jelang Natal, pada 24 Desember ada 135 orang pengungsi telah kembali di kampung halamannya.
Keempat, penangkapan tokoh TPNPB pasca menjelang 1 Desember, pada tanggal 3 Desember Piter Hengel Manggapro berhasil ditangkap, dimana Piter ini ditugaskan untuk membangunkan sel-sel tidur di Papua Barat. “Seragam dan alat komunikasi berhasil diamankan, dia sekarang menjalani proses hukum di pihak keamanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” cetusnya.
Tak hanya sampai disitu, dikatakan selama ia menjabat telah melakukan dialog bersama para pejuang Papua merdeka. Dan terakhir, pengamanan pasca penyerangan KNPB yang terjadi di Maybrat. (dra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.