Provinsi Papua Barat Masuk 10 Besar Inflasi Tertinggi

0
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI,KLIKPAPUA.com–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual bersama Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, guna membahas tentang data inflasi.
Dalam rapat virtual tersebut dilaporkan Provinsi Papua Barat masuk dalam 10 besar inflasi tertinggi dari 34 provinsi di Indonesia. “Kabupaten Manokwari juga merupakan kabupaten yang inflasinya tertinggi di Indonesia,” ungkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Barat, Melkias Werinussa saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (23/10/2023).
Melkias berharap dengan inflasi yang tinggi ini, TPID Kabupaten Manokwari bisa melakukan intervensi  dengan Bulog untuk komoditi-komoditi apa saja yang menyumbang inflasi cukup tinggi.
Menurutnya, intervensi yang dilakukan jangan keseluruhan, tetapi khusus komoditi apa saja yang menyumbang inflasi besar, kecuali komoditi gula tidak bisa diintervensi, karena kita tidak produksi gula. “Sementara untuk beras bisa kita intervensi dengan beras pemerintah, Bulog dapat melepas di pasar dengan menurunkan harganya,” ucapnya.
Upaya lain yang dapat menurunkan angka inflasi di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, yakni dengan mengadakan pasar murah di kampung-kampung dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Sasarannya langsung ke pengguna atau pembeli yang membutuhkannya. “Kami akan coba mencoba bersama teman-teman TPID di Kabupaten Manokwari untuk mendorong hal tersebut,” tuturnya.
Tim TPID Provinsi akan melakukan rapat, lewat beberapa OPD yang sudah dilakukan pasar murah, misalnya pasar ketahanan pangan, perindag pasar murah. “Semua sudah dilakukan tidak bersamaan, tetapi masing-masing unit TPID Provinsi Papua Barat sudah melakukannya,” pungkasnya.
Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyatakan 10 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi yakni Bangka Belitung (Babel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Maluku Utara, Jogjakarta, Maluku, Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Timur (Jatim), Kalimantan Selatan (Kalsel), Papua Barat, dan Jawa Tengah.
Sementara untuk kota dengan inflasi tertinggi, di antaranya Tual 4,26 persen, Baubau 3,92 persen, Sibolga 3,40 persen, Ternate 3,34 persen, Yogyakarta 3,30 persen, Kendari 3,30 persen, Probolinggo 3,18 persen, Surabaya 3,14 persen, Samarinda 3,14 persen, dan Cirebon 3,07 persen. “Untuk 10 kota terendah ada Kota Gorontalo, Manado, Palopo, Jayapura, Banda Aceh, Tanjungpinang, Jambi, Pekanbaru, Palangkaraya, dan Gunungsitoli,” tambahnya.
Sedangkan untuk 10 kabupaten terendah di antaranya Kabupaten Bungo, Mamuju, Indragiri Hilir, Bone, Bulungan, Sintang, Kotawaringin Timur, Tabalong, Aceh Barat, dan Bulukumba. Kemudian kabupaten tertinggi yakni Manokwari, Belitung, Merauke, Mimika, Sumenep, Banggai, Sikka, Kotabaru, Sumba Timur, dan Banyuwangi. (red/rls)

 





Komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.