MANOKWARI,KLIKPAPUA.com– Kontingen Provinsi Papua memanfaatkan panggung Lomba Musik Pop Gerejawi Vokal Grup Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 untuk tidak hanya menampilkan bakat, tetapi juga menghadirkan kekayaan budaya sekaligus menyampaikan pesan rohani yang mendalam kepada seluruh peserta dari penjuru Indonesia.
Mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan Pada Segala Waktu” (Mazmur 34:2a), penampilan mereka berlangsung meriah di Alpha Convention Center, lingkungan Polda Papua Barat.
Bagi kontingen Papua, keikutsertaan dalam enam kategori lomba bukan sekadar mengejar piala atau peringkat terbaik. Sebagaimana disampaikan Turbey Onesimus Dangeubun, Wakil Ketua LPPD Kabupaten Biak Numfor, ini adalah wujud pelayanan dan ungkapan syukur yang tulus.
“Kami bersyukur atas penyertaan Tuhan yang begitu nyata. Anak-anak kami dapat memuliakan-Nya dengan segenap akal budi dan roh, semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya usai tampil.
Lebih dari itu, ajang ini menjadi jembatan mempererat persaudaraan antarumat Kristen dari berbagai daerah. “Kami ingin membangun persatuan dengan seluruh anak Tuhan di Indonesia. Ketika Tuhan bertakhta di tengah pujian, damai sejahtera-Nya akan meliputi negeri ini, tanah Papua, dan Provinsi Papua secara khusus,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah memuliakan Tuhan, sedangkan hasil lomba diserahkan sepenuhnya kepada kehendak-Nya. “Tugas kita adalah bernyanyi dan menyembah dengan sebaik-baiknya. Segala hal lainnya adalah berkat tambahan dari Tuhan,” tegasnya.
Yang membuat penampilan ini istimewa, kontingen Papua membawakan lagu yang mengangkat keindahan alam Papua sebagai anugerah ilahi. Kesan khas semakin terasa saat mereka membuka lagu dengan menggunakan bahasa daerah Biak.
“Kami awali dengan bahasa Biak agar terasa suasana aslinya—di tanah Papua, surga kecil di bumi. Ini cara kami menunjukkan jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kami kepada hadirin,” jelas Turbey.
Dalam tradisi masyarakat Biak, nyanyian memiliki makna yang sangat dalam. “Orang Biak percaya: bernyanyi untuk hidup, bernyanyi untuk Tuhan. Sebab Tuhan sendiri adalah sumber kehidupan,” pungkasnya.(rls/red)





















