Masyarakat Diimbau Tidak Menunggu Hasil Spesimen Covid-19, Terpenting Fokus ke Pencegahan

0
59
Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Papua Barat dr Arnoldus Tiniap. (Foto: Aufrida/klikpapua).

MANOKWARI,KLIKPAPUA.com- Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap menyatakan masyarakat tidak memiliki kepentingan untuk menunggu hasil pemeriksaan Covid-19, intinya fokus melakukan pencegahan dan penanganan.

“Bukan kita positif lalu kita menunggu ini omicron, delta, atau alpha,” ujar dr Arnoldus Tiniap saat ditemui wartawan di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Kamis (10/3/2022).

Menurutnya, untuk hasil pemeriksaan dari sampel-sampel yang sudah dikirim ke Jayapura maupun je Bintuni, gasilnya positif Covid-19 varian omicron.

“Namun perlu pahami bahwa keperluan pemeriksaan varian Covid Genome Sequence atau Whole Genome Sequence (WGS) tujuannya itu lebih kearah penelitian, dalam artian dibutuhkan oleh orang-orang pakar epidemiologi agar mengetahui virus omicron ini sudah sampai di varian dimana,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kepentingan masyarakat,menurutnya, sebenarnya untuk pencegahan, sehingga tidak perlu menunggu sampai hasil pemeriksaan Genome Sequence itu muncul.”Karena kita menunggu kepentingannya untuk apa, karena kita bukan peneliti,” ujarnya.

“Kepentingan kita kalau dengan pemeriksaan PCR menyatakan positif Covid-19 mau varian delta, alpa atau omicron, itu urusan peneliti tentang varian-varian itu, tapi kita masyarakat mau. Itu pengambil kebijakan, birokrat, politisi atau siapa saja cukup tau saja kita positif. Supaya kita fokus untuk melakukan pencegahan dan penanganan, bukan kita positif lalu kita menunggu hasilnya ini omicron, delta, atau alpha,” tegasnya.

Saat ditanya terkait alat untuk pemeriksaan virus yang terus bermutasi, dr.Arnold menyampaikan, uang untuk membeli alat pemeriksaan Covid-19 yang terus bermutasi  harganya bisa mencapai Rp5 Milliar, sebaiknya uang itu digunakan untuk menangani pasien yang ada dengan menyiapkan obatnya, melengkapi fasilitas di rumah sakit dan puskesmas.

“Dengan adanya varian baru nantinya kita tidak boleh panik, tapi harus tetap waspada.Kita punya cara yang paling optimal,yakni menjalankan protokol kesehatan, karena sebagian besar virus belum ada obatnya bahkan HIV/AIDS juga belum ada obatnya. Jadi sebagain besar penyakit virus itu belum ada obat, sehingga virus itu hanya bisa dilawan dengan imunitas dengan diberikannya vaksin dan pola hidup sehat,” tandasnya.(aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.