Ilmuwan Muda Papua Harus Difasilitasi Belajar dengan Siapa Saja

0
48
Wakil Rektor III Unipa, Keliopas Krey. (Foto: Aufrida/klikpapua)
MANOKWARI, KLIKPAPUA.COM– Wakil Rektor III Unipa, Keliopas Krey memberi apresiasi kerja kepada Econusa. Menurutnya, ini merupakan bagian dari melaksanakan program pemerintah berkaitan dengan konsep “Kampus Merdeka, Merdeka Belajar.”
Konsep ini, menurut Keliopas Krey, harus difasilitas untuk belajar dengan siapa saja, baik dengan praktisi, media, industri bahkan belajar dengan hal-hal yang tidak dibatasi oleh SKS. “Tidak dibatasi oleh gedung kuliah fisik, itu adalah konsep merdeka belajar, ” ujar Keliopas  Krey di Mansinam Beach, Selasa (15/9/2020) dalam acara Bootcamp Ilmuan Muda Papua (IMP).
Bootcamp untuk IMP adalah salah satu dari implementasi dari bagaimana mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait konsep tersebut. “Ilmuwan Muda Papua merupakan sebuah inovasi yang lahir dari pemikiran orang-orang hebat,  bahwa anak-anak muda ini harus kita persiapkan untuk mendukung agenda-agenda global, dan Papua Barat telah ditetapkan sebagai provinsi konservasi yang sekaligus mendukung agenda PBB.  Untuk mendukung program itu kita harus persiapkan ilmuan muda sehingga apa yang kita rencanakan, apa yang kita bicarakan itu bisa dilanjutkan, sehingga itu merupakan modal delegasi kepada generasi berikut, ” ungkapnya.
Selanjutnya dikatakan Keliopas, universitas mempunyai tanggung jawab besar di bidang kemahasiswaan, untuk mendorong peningkatan kapasitas, tetapi juga prestasi universitas di tingkat Nasional.
Unipa boleh berbangga diri karena dianugrahkan dari pusat prestasi Nasional  pemenang juara satu mahasiswa berprestasi nasional untuk mahasiswa peninspirasi. “Ini merupakan suatu terobosan dan prestasi buat Papua Barat,” akunya.
Dengan begitu kegiatan-kegiatan seperti ilmuwan muda Papua ini harus difollow up, sampai mendapat rekognisi.  Karena rekognisi itu akan kita catatkan ke pusat sebagai prestasi mahasiswa yang akan memdongkrak nilai prestasi universitas baik Unipa dan Uncen dan kampus-kampus lain yang ada di Papua dan Papua Barat. “Kita mempunyai target harus sampai rekognisi,  dalam mendukung  kampus merdeka,  merdeka belajar kota. Diharapkan bisa membina mahasiswa itu menulis dan menghasilkan semua karya, karena itu akan mendukung semua akreditasi program studi universitas,” tutupnya.(aa)
Editor: BUSTAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.